
Text
4703- Studi In Silico Potensi Metabolit Sekunder Tanaman Bunga Telang (Clitoria ternatea Linn) Sebagai Inhibitor Asetil Kolinesterase Dalam Upaya Terapi Alzheimer (Grazelda Pinon Haryanto; Rina Fajri Nuwarda, S.Si., M.Sc., Ph.D; Prof. Muchtaridi, M.Si., Ph.D)
Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang ditandai oleh penurunan fungsi kognitif akibat rendahnya kadar asetilkolin di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260031 4703 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4703Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4703Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Penyakit Alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif progresif yang ditandai oleh penurunan fungsi kognitif akibat rendahnya kadar asetilkolin di otak. Salah satu pendekatan terapi yang digunakan adalah dengan menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE). Bunga telang (Clitoria ternatea Linn) diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi sebagai inhibitor AChE. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi 50 senyawa metabolit sekunder bunga telang (C. ternatea L.) sebagai inhibitor AChE secara in silico, melalui simulasi penambatan molekuler, dinamika molekuler, serta prediksi profil fisikokimia dengan menggunakan aturan Lipinski, farmakokinetika, dan toksisitas. Hasil penambatan molekuler dan prediksi berdasarkan aturan Lipinski RO5 menunjukkan bahwa terdapat 4 senyawa terbaik, yaitu asam elagat (∆G = -9,36 kkal/mol, Ki = 137,85 nM), klitorienolakton B (∆G = -9,00 kkal/mol, Ki = 251,45 nM), luteolin (∆G = -8,91 kkal/mol, Ki = 295,27 nM), dan kuersetin (∆G = -8,89 kkal/mol, Ki = 302,43 nM). Senyawa asam elagat dan klitorienolakton B selanjutnya dianalisis dengan simulasi dinamika molekuler. Hasil simulasi menunjukkan bahwa klitorienolakton B mampu membentuk kompleks yang relatif stabil dengan sisi aktif enzim AChE, yang dibuktikan dengan nilai energi bebas ikatan paling rendah (∆Gtotal = -23,25 ± 4,88 kkal/mol), sehingga menjadikan senyawa tersebut berpotensi untuk diteliti lebih lanjut sebagai terapi Alzheimer. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi profil fisikokimia, farmakokinetik, serta toksisitas senyawa tersebut secara lebih mendalam.
Kata kunci: Alzheimer, Bunga Telang (Clitoria ternatea Linn.), asetilkolinesterase, penambatan molekuler, dinamika molekuler
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






