Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4702- Pengembangan Algoritma Dosis Warfarin Berdasarkan Data Demografi, Faktor Klinik, dan Non Klinik Pasien di Poli Jantung RSUP. Hasan Sadikin Bandung (Diffa Hauna Fahira Pakhrul; Dr. Norisca Aliza Putriana, M.Farm; Dr. Dika Pramita Destiani, M.Farm; Didi Permana, M.Farm)


Warfarin merupakan antikoagulan oral yang memiliki rentang dosis terapi yang sempit dan respons yang sangat bervariasi antar individu. Oleh karena ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600304702Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4702
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4702
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Warfarin merupakan antikoagulan oral yang memiliki rentang dosis terapi yang sempit dan respons yang sangat bervariasi antar individu. Oleh karena itu, penyesuaian dosis yang akurat sangat penting untuk mencapai target INR dan mencegah risiko perdarahan. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun algoritma prediksi dosis warfarin berdasarkan karakteristik demografi, faktor klinik, dan non klinik pasien di Poli Jantung Rumah RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Subjek penelitian merupakan pasien yang mengonsumsi warfarin minimal tiga bulan dan memenuhi kriteria inklusi, dengan total sampel sebanyak 70 orang yang diperoleh melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier multivariat setelah dilakukan uji asumsi klasik. Secara statistik, hasil analisis mengindikasikan bahwa sebagian besar variabel demografi, klinik, dan non klinik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap dosis warfarin. Hanya variabel usia yang terbukti memiliki pengaruh bermakna terhadap dosis warfarin. Model akhir menghasilkan persamaan dosis warfarin (mg/minggu) = 6,702 – 0,026*usia – 0,427*obat lain – 0,304*konsumsi herbal dengan nilai R² sebesar 0,162, artinya 16,2% variasi dosis warfarin dapat dijelaskan oleh variabel-variabel tersebut. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain seperti profil genetik, interaksi obat secara spesifik, interaksi herbal secara spesifik, serta melakukan validasi model dengan jumlah sampel yang lebih besar agar hasil lebih general dan aplikatif.
    Kata kunci: Warfarin, algoritma dosis, variasi dosis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi