
Text
4701- Evaluasi Efektivitas Terapi Pasien Artritis Reumatoid di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung Periode 2021-2024 (Frisca Fernanda; Dr. Dika Pramita Destiani, M.Farm; Dr. Norisca Aliza Putriana, M.Farm; Didi Permana, M.Farm)
Artritis reumatoid (AR) adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang sendi dan membran sinovial, dengan prevalensi global 208,8 kasus per 100.000 ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260029 4701 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4701Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4701Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Artritis reumatoid (AR) adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang sendi dan membran sinovial, dengan prevalensi global 208,8 kasus per 100.000 populasi. Di Indonesia, diperkirakan 668.640 orang menderita AR. Terapi AR melibatkan obat-obatan DMARDs (konvensional, biologis, dan targeted synthetic), namun data mengenai efektivitasnya di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas terapi artritis reumatoid (AR) baik dalam bentuk kombinasi maupun tunggal, serta untuk mengetahui terapi mana yang paling efektif untuk mengobati AR. Penelitian dilakukan secara cross-sectional retrospektif terhadap 230 pasien AR pada tahun 2021 - 2024 dengan mengambil data parameter klinis (DAS28, HAQ, BMD) dan laboratorium (LED, hemoglobin, trombosit, leukosit, hematokrit, eritrosit, SGPT). Sebagian besar pasien merupakan perempuan (92,6%), berusia 46–59 tahun (54,8%), dan menerima terapi cDMARDs, terutama metotreksat (57,4%). Terapi menurunkan secara signifikan nilai LED pada 60% pasien (p value < 0,001), trombosit pada 55.6% (p value = 0,029), dan leukosit pada 63.5% (p value < 0,001). Pengambilan data HAQ memberikan hasil skor HAQ yang menunjukkan disabilitas ringan pada 68,3% pasien. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pasien yang menggunakan terapi cDMARDs tunggal selain MTX 6.667 kali lebih beresiko mengalami disabilitas sedang-berat dibandingkan pasien yang menggunakan terapi MTX tunggal (p value = 0.044). Tidak ada perbedaan signifikan antara terapi tunggal dan kombinasi atau faktor demografi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis terapi efektif, tetapi diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar, serta untuk memperhitungkan pengaruh faktor - faktor lainnya, seperti kepatuhan dan gaya hidup.
Kata Kunci: Artritis reumatoid, DMARDs, efektivitas terapi, HAQ
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






