
Text
T354- Uji Aktivitas Antikanker Seduhan Tehdia® Terhadap Sel HeLa Sebagai Pangan Fungsional Untuk terapi Adjuvan Pasien Kanker Serviks (Nuning Nurcayani; Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si; Prof. Melisa Intan Barliana, Dr. Med.Sc)
Pendahuluan: Berdasarkan data Global Cancer Incidence, Mortality and Prevalence (GLOBOCAN) tahun 2022, kanker serviks menduduki urutan ke-4 di dunia ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260026 T354 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T354Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T354Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Pendahuluan: Berdasarkan data Global Cancer Incidence, Mortality and Prevalence (GLOBOCAN) tahun 2022, kanker serviks menduduki urutan ke-4 di dunia dengan 660.000 kasus baru dan 350.000 kematian. Menurut panduan terapi National Comprehensive Cancer Network (NCCN), penatalaksanaan kanker serviks meliputi operasi, radiasi, kemoterapi dan imunoterapi. Namun, kemoterapi sering menimbulkan efek samping berupa mual dan muntah yang dikenal dengan Chemotherapy-Induced Nausea and Vomitting (CINV). Kondisi ini mendorong pasien mengonsumsi minuman manis sebagai upaya mengurangi mual. Akan tetapi minuman manis yang mengandung gula sederhana harus dihindari karena dapat menjadi sumber nutrisi bagi sel kanker. Oleh karena itu, diperlukan minuman fungsional yang manis tetapi tidak memperburuk kondisi kanker, bahkan berpotensi sebagai terapi adjuvan. Saat ini telah beredar produk minuman Tehdia® yang komposisinya terdiri dari daun teh hitam dan daun stevia. Kombinasi ini menghasilkan minuman manis bebas gula yang mengandung senyawa bioaktif theaflavine (dari teh hitam) dan stevioside (dari stevia). Penelitian in vitro sebelumnya menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas antikanker pada berbagai jenis sel kanker. Oleh karena itu penelitian uji aktivitas antikanker dari Tehdia® terhadap sel HeLa sebagai pangan fungsional untuk terapi adjuvan pasien kanker serviks perlu dilakukan.
Metode: Sampel uji (Tehdia®) dengan komposisi per kantung celup terdiri dari daun teh hitam 1,25g dan daun stevia 0,75g dipreparasi dengan cara diseduh pada 200 ml air panas (900C), celup-celupkan 5x, biarkan terendam selama 6 menit, lalu angkat kantung celup. Air seduhan kemudian dikeringkan dengan metode freeze drying. Sejumlah 500 ppm serbuk yang didapat dianalisa secara kuantitatif dengan HPLC untuk mengukur kadar theaflavine dan stevioside. Kemudian diuji aktivitas antikankernya terhadap sel HeLa secara in vitro yang meliputi uji viabilitas sel (metode WST-8), analisa siklus sel dan apoptosis (Flow cytometry) serta analisa ekspresi protein (Western Blot).
Hasil: Seduhan sampel uji (Tehdia®) mengandung senyawa theaflavine 9,1 ppm dan stevioside 20,45 ppm. Hasil uji viabilitas terhadap sel HeLa menunjukkan survival rate 51,6% sebanding dengan kontrol positif (cisplatin pada konsentrasi IC50 1,695 ppm) yaitu 55,6%. Hasil uji statistik Oneway ANOVA menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan terhadap viabilitas sel HeLa antar kelompok dengan p-value 0,0001 < 0,05. Uji lanjut tes Tukey HSD digunakan untuk mengetahui pengaruh sampel uji terhadap sel HeLa yang dibandingkan dengan cisplatin (kontrol +) dan kontrol sel (kontrol-). Hasilnya menyatakan bahwa sampel uji (500 ppm) berbeda signifikan dengan theaflavine (36,51 ppm), stevioside (250 ppm) dan kontrol sel (kontrol -), namun tidak berbeda signifikan dengan cisplatin (kontrol +). Dengan kata lain, sampel uji dan cisplatin (kontrol +) memiliki aktivitas antikanker yang hampir sama terhadap sel HeLa. Hasil analisa apoptosis dan siklus sel dengan flow cytometry menunjukkan bahwa sel HeLa yang diberi sampel uji mengalami apoptosis sebesar 14,8% dengan penghambatan siklus sel tertinggi terjadi pada fase G1 (59,93%). Sebanding dengan sel HeLa yang diberi cisplatin mengalami apoptosis sebesar 26,9% dengan penghambatan siklus sel tertinggi terjadi pada fase G1 (62,35%). Analisa Western blot juga menunjukkan bahwa mekanisme kerja aktivitas antikanker sampel uji dan cisplatin adalah melalui jalur apoptosis.
Kesimpulan: Sampel uji (Tehdia®) dengan konsentrasi 500 ppm menunjukkan aktivitas antikanker terhadap sel HeLa yang sebanding dengan cisplatin pada konsentrasi IC50 1,695 ppm sehingga berpotensi menjadi pangan fungsional untuk terapi adjuvan pasien kanker serviks.
Kata kunci: Teh hitam, stevia, pangan fungsional, kanker serviks
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






