Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T349- Aktivitas Antiulser Mukosa Mulut Ekstrak Etanol Daun Gedi (Abelmoschus manihot L.) Pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus L.) Yang diinduksi Asam Asetat (Lie Christian Giano Tikoalu; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si; Gofarana Wilar, M.Si., Ph.D; Dr. drg. Indah Suasani Wahyuni, Sp.PM., Subsp Non-infeksi (K))


Lesi ulser mukosa mulut atau seriawan merupakan istilah yang digunakan untuk
menyebut lesi atau luka dalam mukosa rongga mulut, dengan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260020T349Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T349
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T349
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Lesi ulser mukosa mulut atau seriawan merupakan istilah yang digunakan untuk
    menyebut lesi atau luka dalam mukosa rongga mulut, dengan prevalensi di Indonesia
    berdasarkan data survei kesehatan tahun 2023 adalah sebesar 4,1%. Salah satu obat
    yang umum digunakan untuk mengatasi lesi ulser mukosa mulut adalah triamsinolon
    asetonida, namun penggunaan golongan kortikosteroid yang terlalu sering dapat
    menyebabkan resistensi obat, selain itu kortikosteroid topikal cukup mahal, sehingga
    diperlukan obat alternatif.
    Daun gedi mengandung senyawa flavonoid dan alkaloid yang diharapkan mampu
    memberikan aktivitas penyembuhan ulser mukosa mulut. Penelitian ini dilakukan
    untuk mendapatkan komposisi nutrisi, fenol total, flavonoid total, kuersetin, profil
    metabolit, serta efek daun gedi terhadap berat badan, nafsu makan dan minum, dan
    penyembuhan ulser mukosa mulut pada lidah tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang
    diinduksi asam asetat.
    Penelitian diawali dengan pengumpulan daun gedi dari perkebunan di Kelurahan
    Tinoor Dua, Kecamatan Tomohon Utara, Tomohon, Sulawesi Utara. Sampel tanaman
    diidentifikasi di Sekolah Ilmu Teknologi Hayati ITB dengan nama botani Abelmoschus
    manihot L. Sebanyak 20 kg daun dikeringkan di bawah sinar matahari selama tujuh
    hari, kemudian daun kering yang dihasilkan (2360 g) diekstraksi dengan etanol 70%
    selama 3 x 24 jam. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya dievaporasi hingga
    menghasilkan 119,88 g ekstrak kental atau rendemen 5,07%.
    Penapisan fitokimia ekstrak etanol daun A. Manihot L. (EEAM) menunjukkan adanya
    polifenol, flavonoid, kuinon, alkaloid, saponin, terpenoid, dan steroid. Analisis
    komposisi nutrisi menghasilkan kadar air 18,31%, kadar abu 35,60%, kadar lemak
    6,53%, kadar protein 11,01%, dan kadar karbohidrat 28,56%. Kadar fenol total EEAM
    adalah 1350 mg GAE/100 g ekstrak, flavonoid total 2670 mg QE/100 g ekstrak,
    sedangkan kadar kuersetin adalah 373,67 mg/L. Analisis profil metabolit menggunakan
    UPLC-HRMS/MS menunjukkan 10 senyawa metabolit, yaitu pregabalin, imagabalin, 2-amino-1,3,4-oktadekanetriol, heksadekanamida, asam α-linoleat, oleamida, ε-
    tokoferol, haplofitin, asam homo-ȋ3-linoleat, dan ekinenon.
    Uji aktivitas antiulser dilakukan terhadap 35 ekor tikus Wistar. Tikus dikelompokkan
    menjadi (1) kelompok kontrol normal (Na-CMC 1,5%); (2) kelompok kontrol negatif
    (Na-CMC 1,5%); (3) kelompok kontrol positif 1 (Kenalog in orabase/triamcinolon);
    (4) kelompok kontrol positif 2 (herbal tetes mix saga); (5) kelompok EEAM 0,75%
    dalam Na-CMC 1,5%; (6) kelompok EEAM 1,5%; (7) kelompok EEAM 3,0%.
    Kelompok 2 sampai 7 dibuat model ulser mukosa mulut pada bagian ventral lidahnya
    menggunakan asam asetat 70%, lalu diberi perlakuan pengolesan dengan obat Kenalog
    atau herbal mix saga atau EEAM selama 6 hari. Setiap hari dilakukan pengamatan berat
    badan, konsumsi pakan, konsumsi minum, dan persentase penyembuhan ulser. Data
    yang diperoleh dianalisis dengan one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan
    bahwa semua konsentrasi EEAM tidak mempengaruhi berat badan tikus, konsentrasi
    EEAM 1,5% menunjukkan perbedaan signifikan dalam konsumsi pakan terhadap
    kontrol negatif, pada semua konsentrasi menunjukkan aktivitas penyembuhan ulser
    mukosa mulut, dengan konsentrasi 1,5% dapat memberikan aktivitas penyembuhan
    ulser mukosa mulut yang berbeda signifikan dari kontrol negatif dengan persen rata-
    rata penyembuhan ulser mukosa mulut yaitu 75%. Secara keseluruhan, penelitian ini
    menunjukkan bahwa EEAM memiliki potensi untuk mengobati ulser mukosa mulut
    pada hewan yang diinduksi asam asetat.
    Kata kunci: ekstrak etanol, daun gedi, ulser mukosa mulut, penyembuhan ulser.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi