Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T348- Formulasi Hidrogel Kitosan dari Cangkang Siput Gonggong (Laevistrombus turturella) Sebagai Anti Jerawat (Pepit Wahyuni Sapitri; Prof. Nasrul Wathoni, M.S., Ph.D; Felix Zulhendri, Ph.D)


Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang disebabkan oleh peningkatan produksi sebum yang menimbulkan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260018T348Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T348
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T348
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Jerawat (acne vulgaris) merupakan penyakit inflamasi kronis pada unit pilosebasea yang disebabkan oleh peningkatan produksi sebum yang menimbulkan kolonisasi Cutibacterium acnes. Untuk mengatasi jerawat diperlukan terapi pengobatan yang efektif. Bahan alam menjadi fokus penelitian sebagai alternatif pengobatan karena ketersediaannya yang melimpah serta kandungan senyawa bioaktifnya yang beragam. Salah satu bahan alam potensial yang menunjukkan aktivitas antibakteri yaitu kitosan. Sumber kitosan salah satunya bersumber dari cangkang siput gonggong (Laevistrombus turturella). Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi hidrogel kitosan yang diperoleh dari cangkang siput gonggong (Laevistrombus turturella) dan menguji aktivitasnya sebagai anti-jerwat. Kitosan yang sudah diekstraksi kemudian dikarakterisasi menggunakan FTIR, SEM, dan XRD. Hasil analisis menunjukkan derajat deasetilasi sebesar 75,19±0,09%. Uji aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes menghasilkan nilai MIC dan MBC sebesar 625 μg/mL. Kitosan kemudian diformulasikan dalam bentuk hydrogel dengan konsentrasi 0,5%, 0,7%, dan 0,9%. Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan stabilitas menunjukkan seluruh formula memenuhi kriteria sediaan topikal. Formula 0,7% memberikan aktivitas anti-jerawat paling baik yaitu 14,30±0,25423 mm. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kitosan dari cangkang siput gonggong memiliki potensi sebagai bahan aktif alami dalam formulasi hidrogel sebagai anti-jerawat. Meskipun demikian, hasil penelitian ini belum optimal sehingga perlu dilakukan pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas kitosan sehingga memberikan efektivitas yang lebih baik.
    Kata kunci : Hidrogel,Kitosan, Siput gonggong, Jerawat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi