Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4697- Pengaruh Kombinasi Polimer Surfaktan Terhadap Penghambatan Rekristalisasi Dispersi Padat Terner dari Ritonavir Dalam Larutan Lewat Jenuh (Joshua Harry Chandra; Arif Budiman, M.Si., Ph.D; Dr. Diah Lia Aulifa, M.Si)


Dispersi padat amorf (DPA) merupakan salah satu metode untuk mempertahankan kondisi lewat jenuh, di mana DPA tersusun atas senyawa obat yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202600154697Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4697
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4697
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dispersi padat amorf (DPA) merupakan salah satu metode untuk mempertahankan kondisi lewat jenuh, di mana DPA tersusun atas senyawa obat yang terperangkap dalam matriks eksipiennya (polimer) dalam bentuk amorf. Namun, teknik DPA dengan satu polimer datang dengan beberapa tantangan, seperti stabilitas fisik dan pengendapan pada medium disolusi. Sistem dispersi padat terner lebih disukai dibandingkan dengan sistem biner karena penambahan komponen ketiga dapat membantu meningkatkan waktu penghambatan rekristalisasi dan stabilitas fisiknya. Maka dari itu, penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi polimer-surfaktan, yakni PVP K30 – poloxamer 407 dan eudragit L100 – poloxamer 407, dalam menghambat rekristalisasi ritonavir (RTV), obat model dengan kelarutan rendah. Metode dalam penelitian ini antara lain uji kelarutan kristal dan amorf, pengukuran waktu inhibisi nukleasi, prediksi in silico, pengukuran 1H menggunakan NMR, serta uji viskositas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan PVP dan eudragit 0,5 mg/mL serta poloxamer 0,2 mg/mL tidak meningkatkan kelarutan kristal RTV secara signifikan, sehingga konsentrasi tersebut dipilih untuk pengujian waktu inhibisi nukleasi. Pengujian waktu inhibisi nukleasi menunjukkan bahwa kombinasi PVP-poloxamer dan eudragit-poloxamer mampu mempertahankan konsentrasi lewat jenuh RTV dengan lebih baik yakni selama 8 jam dibandingkan dengan sistem biner yang hanya selama 2 jam. Pengujian in silico dan 1H NMR menunjukkan adanya interaksi ikatan hidrogen dan hydrophobic interaction antara RTV dengan PVP, eudragit, dan poloxamer yang berkontribusi menghambat nukleasi inti kristal RTV. Hasil pengujian viskositas mengonfirmasi bahwa penghambatan rekristalisasi disebabkan dengan adanya interaksi antara ritonavir dengan polimer/surfaktan, bukan karena adanya peningkatan viskositas.
    Kata kunci : dispersi padat terner, polimer-surfaktan, ritonavir, inhibisi nukleasi, larutan lewat jenuh
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi