Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D84- Pengembangan dan Karakterisasi Nano Kokristal Multidrug Glimepirid dan Metformin Hidroklorida Sebagai Inovasi Antidiabetika Oral (Fitrianti Darusman; Prof. Taofik Rusdiana, Ph.D; Prof. Dr. Iyan Sopyan, M.Si)


Glimepiride (GLI) dan metformin HCl (MET) secara luas dikombinasikan sebagai
antidiabetika oral untuk pengobatan diabetes melitus tipe 2 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260006D84Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D84
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D84
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Glimepiride (GLI) dan metformin HCl (MET) secara luas dikombinasikan sebagai
    antidiabetika oral untuk pengobatan diabetes melitus tipe 2 (T2DM). Dari perspektif
    crystal engineering, kombinasi ini dapat dikembangkan menjadi kokristal
    multidrug. Dengan penambahan stabilizer yang tepat, kokristal dapat diproses lebih
    lanjut menjadi nano-kokristal yang berpotensi meningkatkan sifat fisikokimia,
    yaitu peningkatan bioavailabilitas oral yang signifikan karena laju disolusi yang
    cepat disebabkan peningkatan kelarutan dan luas permukaan partikel obat yang
    berukuran nano serta permeabilitas yang tinggi. Sebuah pendekatan top-down yang
    inovatif digunakan untuk mengembangkan dan memproduksi nano-kokristal dari
    GLI dan MET pada berbagai stabilizer dengan metode wet milling menggunakan
    alat reciprocating ball mill berbasis Quality by Design (QbD). Tujuan utama
    penelitian ini adalah pembuatan kokristal GLI-MET yang kemudian disintesis
    menjadi nano-kokristal GLI-MET yang memiliki sifat fisikokimia yang
    menguntungkan dibandingkan raw material-nya menggunakan Design of
    Experiment (DoE) Box Behnken Design (BBD). Penelitian ini diawali dengan
    pembuatan kokristal GLI-MET yang kemudian dikembangkan menjadi suspensi
    nano-kokristal GLI-MET sebagai produk antara pada pembuatan serbuk nano-
    kokristal GLI-MET menggunakan DoE BBD dengan metode wet milling-
    reciprocating ball mill tanpa penggunaan pelarut organik, dilakukan pada dua
    tahapan yaitu, optimasi formula suspensi nano-kokristal single stabilizer meliputi
    poloxamer 188, poloxamer 407, tween 80, dan sodium dodecyl sulphate,
    dilanjutkan optimasi formula suspensi nano-kokristal dual stabilizer meliputi
    gabungan poloxamer 188 dan tween 80. Serbuk kokristal GLI-MET dihasilkan dari
    teknik skrining solvent evaporation pada ekimolar. Hasil karakterisasi
    menggunakan FT-IR, DSC, PXRD, SEM dan EDX menunjukkan bahwa kokristal
    yang terbentuk antara GLI dan MET merupakan kokristal garam yang
    menunjukkan performa terbaik dari aspek mikromiritika, kelarutan dan laju disolusi
    dibandingkan sampel lainnya, sehingga dilanjutkan pada pembuatan nano-kokristal.
    Optimasi formula suspensi nano-kokristal single stabilizer menghasilkan formula
    optimum pada stabilizer poloxamer 188 dan Tween 80, sedangkan poloxamer 407
    tidak dilanjutkan. Formula optimum pada masing-masing suspensi nano-kokristal
    dengan poloxamer 188 dan tween 80 menjadi dasar pada optimasi formula suspensi
    v
    nano-kokristal dual stabilizer. Suspensi nano-kokristal GLI-MET dual stabilizer
    dengan gabungan poloxamer 188 dan tween 80 pada konsentrasi masing-masing
    0,2% b/v dan 1,0% b/v yang di milling menggunakan 3 ball mill selama 30 menit
    dengan kecepatan 350 rpm merupakan formula dengan kondisi optimum yang
    menghasilkan PS sebesar 364.4 ± 4.3 nm, PDI sebesar 0.382 ± 0.005, dan ZP
    sebesar -33.53 ± 0.15mV. Kombinasi dual stabilizer ini memberikan sifat stabilisasi
    sterik dan elektrostatik. Formulasi ini menunjukkan stabilitas yang baik selama
    penyimpanan tiga bulan pada suhu kamar. Hasil karakterisasi serbuk nano-kokristal
    GLI-MET menggunakan FT-IR, DSC, PXRD, SEM dan EDX menunjukkan
    kesesuaian dengan kokristal GLI-MET sehingga nano-kokristal GLI-MET bukan
    merupakan senyawa yang baru. Hasil evaluasi performa dari aspek mikromiritika,
    kelarutan, laju disolusi dan permeabilitas in vitro dan ex vivo mengungkapkan
    bahwa nano-kokristal menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan raw
    material dan kokristalnya. Hasil uji stabilitas serbuk nano-kokristal GLI-MET dari
    aspek fisika menggunakan data difraktogram PXRD menunjukkan bahwa pola
    difraksi dan intensitas puncak interferensi tidak mengalami perubahan yang
    signifikan kearah amorfisasi, dengan persentase kristalinitas pada hari ke-0 sebesar
    77.84% dan hari ke-90 sebesar 60.30% yang disimpan pada suhu 40°C dengan
    kelembapan relatif 75%. Metode wet millling dengan alat reciprocating ball mill
    ini efektif dalam menghasilkan partikel berukuran nano yang dipengaruhi oleh jenis,
    jumlah dan konsentrasi larutan stabilizer, serta jumlah ball mill, waktu dan
    kecepatan atau intensitas milling, tanpa mengandung residu logam akibat aus atau
    erosi dari material milling. Pengembangan kokristal GLI-MET menjadi nano-
    kokristal GLI-MET dengan pendekatan top-down menggunakan metode wet
    milling-reciprocating ball mill menghasilkan bahan aktif farmasi baru berupa
    serbuk kering, halus, tidak berbau, berwarna krem atau beige, dan bersifat kristalin
    dengan ukuran morfologi berada pada rentang nanometer yang memiliki sifat
    fisikokimia yang menguntungkan dibandingkan raw material-nya.
    Kata kunci : glimepiride, metformin HCl, QbD, top-down, wet milling, kokristal,
    nano-kokristal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi