Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T343- Pengembangan Liposom Nistatin Dengan Sistem Pelapisan Layer By Layer Sebagai Antijamur Terhadap Candida Albicans (Maya Nurul Rahma; Prof. Nasrul Wathoni, M.S., Ph.D; Dr. Yedi Herdiana, M.Si; Dr. Evi Sulastri, M.Si)


Kandidiasis, yang umumnya disebabkan oleh Candida albicans, merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan, terutama di wilayah tropis. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260002T343Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T343
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T343
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kandidiasis, yang umumnya disebabkan oleh Candida albicans, merupakan tantangan kesehatan global yang signifikan, terutama di wilayah tropis. Nistatin merupakan agen antijamur yang kuat, namun penggunaannya terbatas akibat kelarutan dan permeabilitas yang rendah, sehingga mengurangi efektivitas klinisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi sistem pelapisan Layer-by-Layer (LBL) dengan menggunakan kitosan dan alginat guna meningkatkan stabilitas, efisiensi penjeratan (%EE), dan efektivitas antijamur dari liposom nistatin terhadap Candida albicans. Liposom nistatin dibuat menggunakan metode hidrasi film tipis, kemudian dilapisi dengan berbagai rasio kitosan dan alginat menggunakan teknik LBL. Formula yang dioptimalkan dikarakterisasi berdasarkan ukuran partikel, potensi zeta, %EE, dan morfologi. Selain itu, dilakukan uji pelepasan in vitro, pengujian aktivitas antijamur melalui Minimum Inhibitory Concentration (MIC), serta uji stabilitas pada suhu ruang dan suhu 4°C. Formula optimal, yang diberi kode NA7-Ch3-Nys-Lip, menunjukkan peningkatan signifikan dalam %EE (dari 61,61 ± 1,60% menjadi 83,77 ± 2,00%), peningkatan aktivitas antijamur dengan nilai MIC sebesar 0,732 μg/mL, serta stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan liposom tanpa pelapis. Sistem LBL memungkinkan pelepasan obat yang terkontrol serta mempertahankan karakteristik partikel yang diinginkan dalam kondisi penyimpanan jangka panjang. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa liposom nistatin berlapis LBL secara signifikan meningkatkan aktivitas antijamur, stabilitas, dan efisiensi penghantaran obat. Strategi formulasi inovatif ini menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk mengatasi keterbatasan terapi antijamur konvensional, sehingga berpotensi meningkatkan pengobatan infeksi jamur.
    Kata kunci: candida albicans, nistatin, liposom layer by layer, anti jamur
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi