Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4690- Isolasi Metabolit Sekunder dari Jamur Endofit Tumbuhan Meliaceae Yang Terdapat di Arboretum Unpad Serta Aktivitas Antibakterinya (Geraldo Surya; Ferry Ferdiansyah Sofian, M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si; Kindi Farabi, M.Si., Ph.D)


Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tumbuhan. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan jamur endofit memiliki ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501854690Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4690
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4690
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang hidup di dalam jaringan tumbuhan. Senyawa metabolit sekunder yang dihasilkan jamur endofit memiliki berbagai aktivitas berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa metabolit sekunder dari isolat jamur endofit tumbuhan famili Meliaceae terpilih di Arboretum UNPAD. Tahapan penelitian diawali dengan fermentasi skala besar dari isolat jamur endofit terpilih berdasarkan pengamatan profil senyawa menggunakan kromatografi lapis tipis. Jamur terpilih diisolasi metabolit sekundernya melalui partisi dan kromatografi kolom. Senyawa metabolit sekunder telah berhasil diisolasi diidentifikasi menggunakan spektrometri massa, NMR satu serta dua dimensi, dan spektrofotometri FT-IR. Isolat jamur terpilih berasal dari batang Swietenia mahagoni dengan kode SM-Bj yang diduga sebagai Fusarium oxysporum. Sebanyak 3 isolat (Al-1, Al-3, dan Al-4) berhasil diisolasi dari SM-Bj dan 2 isolat (Al-3 dan Al-4) diidentifikasi strukturnya. Isolat Al-3 diidentifikasi sebagai (E)-2,3-dihidroksipropil oktadek-9-enoat, dan Al-4 sebagai asam 3,5-dihidroksidekanoat. Al-3 dan Al-4 diuji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan menentukan nilai konsentrasi hambat minimum. Hasil menunjukkan bahwa isolat Al-3 dan Al-4 tidak memiliki penghambatan terhadap bakteri E. coli dan S. aureus dengan nilai MIC >1000 μg/mL.
    Kata kunci: Antibakteri, Isolasi, Jamur endofit, Meliaceae
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi