
Text
T340- Pengembangan Nanopartikel Emas Terkonjugasi Prostate-Specific Membrane Antigen Bertanda Iodium-131 Sebagai Kandidat Radiofarmaka Potensial Untuk Kanker Prostat (Ratu Ralna Ismuha; Prof. Muchtaridi, M.Si., Ph.D; Dr. rer.nat. Rien Ritawidya, M.Farm)
Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker dengan insiden dan mortalitas tinggi secara global, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia. Deteksi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250184 T340 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T340Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T340Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker dengan insiden dan mortalitas tinggi secara global, termasuk di Asia Tenggara dan Indonesia. Deteksi dini dan terapi efektif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan prognosis pasien. PSMA adalah target penting karena overekspresinya pada sel kanker prostat. Lisin-Urea-Glutamat (KuE) adalah inhibitor PSMA berbasis urea dengan afinitas tinggi dan potensi sebagai ligan dalam imaging dan terapi kanker prostat. Konjugasi KuE dengan nanopartikel emas (AuNPs) yang dimodifikasi Polyethylene glycol (PEG) dapat meningkatkan stabilitas dan sirkulasi dalam sistem biologis, serta memungkinkan pelabelan radioaktif dengan Iodium-131 untuk tujuan teranostik (diagnostik dan terapi). KuE ini akan dikonjugasikan dengan AuNPs yang disintesis menggunakan stabilizer sitrat dan dimodifikasi dengan PEG. Karakterisasi menggunakan High Performance Liquid Chromatography (HPLC), Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), dan Ultraviolet Spectroscopy (UV) menunjukkan bahwa AuNPs-PEG berhasil berikatan dengan KuE, membentuk senyawa konjugat yang stabil. Ukuran partikel yang terukur dengan PSA mencapai 52.4 nm, sedangkan ukuran inti pada TEM untuk AuNPs- SH- PEG-KuE adalah 18.3 nm. Pada HPLC dengan deteksi UV, puncak AuNPs-SH-PEG-KuE terdeteksi pada 503 nm. Fase diam untuk sistem HPLC ini adalah kolom Size Exclusion Chromatography (SEC) dengan fase gerak buffer fosfat 0,1 N pH 6,8 dan laju alir 0,5 ml/menit. AuNPs menunjukkan stabilitas yang baik hingga hari ke-22 pada suhu ruangan, sedangkan AuNPs-SH-PEG-KuE tetap stabil sampai hari ke-13 pada suhu ruangan. Proses pelabelan radioaktif dengan Iodium-131 dilakukan dengan menambahkan Kloramin-T sebagai oksidator, sodium dodecyl sulfate (SDS) sebagai surfaktan, dan sodium metabisulfit (Na2S2O5) sebagai agen pereduksi, kemudian diikuti pengadukan selama 15 menit. Berdasarkan penelitian, penghilangan sodium metabisulfit dan perpanjangan waktu reaksi hingga 24 jam menghasilkan efisiensi pelabelan yang lebih tinggi hingga 68,89%, dibandingkan dengan adanya penambahan metabisulfit setelah 15 menit untuk menghentikan reaksi yaitu 46,21%. Proses pemurnian dilakukan dengan menggunakan proses sentrifugasi. Senyawa [131I]I-AuNPs-SH-PEG-KuE menunjukkan stabilitas baik dalam larutan saline tetapi tidak stabil dalam phosphate buffered saline (PBS) dan plasma. Senyawa ini juga diketahui memiliki sifat hidrofilik dengan Log P yaitu -1.1. Uji sitotoksisitas MTT mengindikasikan bahwa pada variasi dosis 2 mCi dari senyawa ini mampu menurunkan viabilitas sel hingga 50%. Penelitian ini memberikan gambaran untuk potensi [131I]I-AuNPs-SH-PEG-KuE sebagai agen teranostik yang efektif untuk diagnostik dan terapi kanker prostat
Kata kunci: Radiofarmaka, Iodium-131, KuE, Nanopartikel emas (AuNPs)
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






