
Text
4689- Efek PemberianSerai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Pada Model Hewan Malnutrisi Akut (Renata Bella Aprilana Soewahju; Miski Aghnia Khairinisa, M.Biomed.Sc., Ph.D; Dr. Dian Ayu Eka Pitaloka, M.Si)
Di negara berkembang anak di bawah lima tahun memiliki prevalensi sekitar 27% malnutrisi. Keterlambatan perkembangan fungsi kognitif dan malnutrisi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250182 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil -Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Di negara berkembang anak di bawah lima tahun memiliki prevalensi sekitar 27% malnutrisi. Keterlambatan perkembangan fungsi kognitif dan malnutrisi saling berinteraksi dan berkontribusi pada beban penyakit yang signifikan dalam pengaturan global. Minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dapat menjadi salah satu kandidat obat tradisional yang berkhasiat untuk mengatasi kondisi malnutrisi berdasarkan potensi aktivitas farmakologi yang dimilikinya. Salah satu mekanisme utamanya melibatkan disfungsi neurotransmisi glutamat dan stres oksidatif di otak. Serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti sitronelal dan geraniol yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan neuroprotektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian minyak atsiri serai wangi terhadap peningkatan fungsi kognitif pada model hewan malnutrisi akut dan mengetahui efek pemberian serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap jumlah salinan gen GRIA1 yang mengkode subunit GluA1 dari reseptor AMPA sebagai biomarker fungsi kognitif pada model hewan malnutrisi akut. Pengujian terdiri dari kelompok kontrol normal, kontrol malnutrisi, kontrol refeed (kelompok dengan pemberian pakan standar kembali), serai wangi 150 mg/kg BB, serai wangi 300 mg/kg BB, dan kontrol positif probiotik. Pemodelan hewan malnutrisi akut dilakukan dengan induksi pakan rendah protein 5% selama 14 hari dan pemberian minyak atsiri serai wangi selama 6 hari. Hasil penelitian menunjukan, pemberian serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) memiliki efek neuroprotektif, antioksidan dan antiinflamasi yang ditandai dengan peningkatan fungsi kognitif pada kelompok kontrol serai wangi dan pemberian serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) mampu menurunkan jumlah salinan gen GRIA1 yang berlebihan akibat kondisi malnutrisi yang berpotensi memperbaiki disfungsi sinaptik akibat malnutrisi.
Kata kunci: Malnutrisi, Severe Acute Malnutrition, Minyak Atsiri, Serai Wangi, Fungsi Kognitif.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






