Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4685- Pengaruh Metode Pengeringan Simplisia Terhadap Aktivitas Antiplasmodial Ekstrak Etil Asetat Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) (Sakanti Nabilah Bratandari Buwana; Raden Bayu Indradi, M.Si; Prof. Dr. rer. Nat. Muhaimin, S.Pd., M.Si)


Malaria adalah penyakit infeksi serius yang menjadi masalah global akibat tingginya morbiditas, mortalitas, dan munculnya resistensi parsial terhadap ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501784685Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4685
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4685
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Malaria adalah penyakit infeksi serius yang menjadi masalah global akibat tingginya morbiditas, mortalitas, dan munculnya resistensi parsial terhadap artemisinin. Salah satu strategi untuk mengatasi tantangan ini adalah pengembangan agen antiplasmodial baru berbasis tumbuhan. Pada penelitian sebelumnya, P. angulata menunjukkan potensi antiplasmodial yang kuat dengan metode pengeringan simplisia menggunakan nitrogen cair. Namun, metode pengeringan ini tidak praktis dan cukup mahal untuk dapat dikembangkan pada skala besar. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh empat metode pengeringan, yaitu matahari tidak langsung, diangin-anginkan, oven, dan nitrogen cair terhadap aktivitas antiplasmodial dan profil kimia ekstrak etil asetat herba P. angulata. Aktivitas antiplasmodial diuji secara in vitro terhadap Plasmodium falciparum dengan kuantifikasi Plasmodium lactate dehydrogenase (PfLDH) untuk mendapatkan nilai IC50. Profil kimia dianalisis dengan pendekatan kemometrik menggunakan KLT-densitometri dan analisis komponen utama (PCA). Metode pengeringan secara signifikan mempengaruhi aktivitas dengan nilai IC₅₀ 2,34 µg/mL (nitrogen cair), 5,37 µg/mL (oven), 8,66 µg/mL (pengeringan diangin-angin), dan 11,53 µg/mL (matahari tidak langsung). Hasil analisis PCA menunjukkan perbedaan kluster, menandakan variasi profil kimia antar metode pengeringan. Pengeringan oven dapat dipertimbangkan sebagai alternatif praktis untuk nitrogen cair karena aktivitasnya mendekati metode kontrol. Aktivitas yang lebih rendah pada metode lain diduga akibat degradasi senyawa aktif selama pengeringan yang lebih lambat dan terpapar lingkungan.
    Kata kunci: Antiplasmodial, KLT-densitometri, PCA, pengeringan simplisia, Physalis angulata
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi