
Text
4682- Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etil Asetat Aplysilla sp. Terhadap Lini Sel Kanker Payudara MDA-MB-231 (Kevin Gabriel; Dr. Rini Hendriani, M.Si; Yuni Elsa Hadisaputri, MBS.,Ph.D; Dr. Tutik Murniasih, M.Si)
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kasus dan kematian terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia. Pengobatan yang saat ini ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250175 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil -Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi NONETipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kasus dan kematian terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia. Pengobatan yang saat ini banyak dilakukan salah satunya dengan kemoterapi seringkali menimbulkan efek samping yang signifikan, sehingga diperlukan penemuan terapi dari bahan alam untuk memperluas regimen terapi. Spons Aplysilla sp. diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder yang berpotensi memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak etil asetat Aplysilla sp. terhadap lini sel kanker payudara MDA-MB-231 serta mengidentifikasi golongan metabolit sekundernya menggunakan kromatografi lapis tipis. Pengujian dilakukan dengan metode resazurin untuk menentukan nilai konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan sel sebesar 50% (IC₅₀). Hasil uji sitotoksisitas pada penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat Aplysilla sp. memiliki nilai IC₅₀ sebesar 365,261 ± 3 ppm, yang tergolong sebagai sitotoksik lemah berdasarkan kriteria National Cancer Institute (1972). Hasil identifikasi menunjukkan keberadaan senyawa terpenoid, steroid, alkaloid, dan fenolik dalam ekstrak ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas metabolit sekunder Aplysilla sp. sebagai kandidat antikanker alami masih tergolong rendah sehingga diperlukan pemurnian senyawa untuk mencapai efek penghambatan yang lebih signifikan.
Kata Kunci : Kanker payudara, MDA-MB-231, Aplysilla sp., IC50
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






