Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4669- Kajian Kesesuaian Peraturan di Indonesia Dengan Mutu dan Regulasi Global Tentang UNIMMAP MMS (Aura Radiatia Sesiani Ramdani; Holis Abdul Holik, M.Si., Ph.D; Prof. Auliya A. Suwantika, Ph.D)


Asupan mikronutrien yang tidak memadai merupakan suatu kondisi yang umum terjadi pada wanita hamil dari negara berpenghasilan menengah kebawah. Oleh ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501604669Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4669
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4669
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Asupan mikronutrien yang tidak memadai merupakan suatu kondisi yang umum terjadi pada wanita hamil dari negara berpenghasilan menengah kebawah. Oleh karena itu, WHO pada tahun 2021 mulai menetapkan konsumsi UNIMMAP Multiple Micronutrient Supplement (MMS) sebagai salah satu strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut, diikuti oleh pemerintah Indonesia sejak tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui tingkat kesesuaian peraturan yang diundangkan di Indonesia terkait mutu suplemen kesehatan serta merumuskan rekomendasi sebagai tindak lanjut untuk mengatasi setiap kesenjangan yang teridentifikasi dengan mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan oleh UNIMMAP MMS. Berdasarkan hasil analisis kesenjangan dan analisis SWOT terhadap 15 dokumen peraturan yang diundangkan di Indonesia terkait mutu suplemen kesehatan, baru 10 dari 13 indikator matriks atau sekitar 76,92% yang memenuhi standar mutu secara regulasi global, sehingga direkomendasikan untuk melakukan penyesuaian regulasi yang mengatur terkait suplemen kesehatan dalam hal pengujian potensi atau kadar dalam suplemen multivitamin, agar dipersyaratkan terhadap seluruh komposisi zat aktifnya; pengujian disolusi, agar diterapkan pada perwakilan vitamin larut lemak dan larut air, asam folat, serta mineral dan tidak terbatas hanya untuk sediaan dengan pelepasan terkendali; serta penyempurnaan metode pengujian suplemen kesehatan yang belum sepenuhnya tercantum di dalam Farmakope Indonesia. Hal ini perlu dilakukan agar menjadi kepastian pedoman bagi industri farmasi lokal untuk memproduksi MMS.
    Kata kunci: UNIMMAP MMS, Analisis kesenjangan dan SWOT, Mutu suplemen kesehatan, Regulasi Indonesia
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi