Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4661- Efek Pemberian Minyak Atsiri Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) Terhadap Status Gizi Mencit Galur BALB/C Dengan Kondisi Malnutrisi Akut (Yuni Nurjanah; Dr. Dian Ayu Eka Pitaloka, M.Si; Miski Aghnia Khairinisa, M.Biomed.Sc., Ph.D)


Malnutrisi akut berat merupakan bentuk kekurangan gizi yang paling mengancam jiwa serta menyebabkan 10% dari seluruh kematian pada anak kurang dari 5 ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501524661Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4661
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4661
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Malnutrisi akut berat merupakan bentuk kekurangan gizi yang paling mengancam jiwa serta menyebabkan 10% dari seluruh kematian pada anak kurang dari 5 tahun di negara berpenghasilan rendah dan menengah . Minyak atsiri serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) dapat menjadi salah satu kandidat obat tradisional yang berkhasiat untuk mengatasi kondisi malnutrisi berdasarkan potensi aktivitas farmakologi yang dimilikinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian dan dosis optimal minyak atsiri serai wangi terhadap perbaikan status gizi mencit dengan kondisi malnutrisi akut. Pengujian terdiri dari kelompok kontrol normal, kontrol malnutrisi, kontrol refeed (kelompok dengan pemberian pakan standar kembali), serai wangi 150 mg/kg BB manusia, serai wangi 300 mg/kg BB manusia, dan kontrol positif probiotik. Dilakukan pemodelan hewan malnutrisi akut dengan induksi pakan rendah protein 5% selama 14 hari dan pemberian minyak atsiri serai wangi selama 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan, serai wangi dengan dosis 150 mg/kg BB manusia menghasilkan efek optimal terhadap status gizi dengan peningkatan berat badan 9,22 gram (45,84%), panjang badan 0,12 cm (1,35%), indeks massa tubuh 0,1168 (42,38%) dibandingkan dengan kelompok kontrol malnutrisi. Hasil dari profil biokimia darah dan bobot relatif organ umumnya mendekati kelompok kontrol normal serta terdapat pemulihan vili dengan kondisi normal yang serupa dengan kelompok kontrol positif atau probiotik.
    Kata kunci: Malnutrisi, Severe Acute Malnutrition, Minyak Atsiri, Serai Wangi, Status Gizi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi