Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4660- Hubungan Pengobatan Tradisional dan Komplementer Dengan Kesadaran Minum Obat Pada Pasien Multimorbid Berdasarkan Indonesian Family Life Survey 5 (Nada Sekar Martani Sugianto; Prof. Rizky Abdulah, Ph.D; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Qisty Aulia Khoiry, M.Farm)


Multimorbiditas merupakan kondisi adanya dua atau lebih penyakit kronis pada pasien yang prevalensinya tinggi secara global maupun nasional. Kondisi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501514660Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4660
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4660
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Multimorbiditas merupakan kondisi adanya dua atau lebih penyakit kronis pada pasien yang prevalensinya tinggi secara global maupun nasional. Kondisi ini diasosiasikan dengan luaran klinis yang buruk, biaya pengobatan tinggi dan ketidakpatuhan pengobatan. Penggunaan pengobatan tradisional dan komplementer oleh pasien multimorbid berpotensi menyebabkan ketidakpatuhan pengobatan. Oleh karena kesadaran minum obat merupakan langkah awal menuju kepatuhan pengobatan, perlu diselidiki hubungan antara kesadaran minum obat dengan pengobatan tradisional dan komplementer, termasuk faktor yang berhubungan dengan keduanya pada pasien multimorbid dalam rangka menyusun strategi manajemen multimorbid yang efektif. Dianalisis 3.513 responden multimorbid dari survei nasional dengan desain cross-sectional, yaitu Indonesian Family Life Survey ke-5 (IFLS-5). Ditemukan bahwa mayoritas pasien multimorbid Indonesia (58,1%) menggunakan pengobatan tradisional dan komplementer, berupa produk obat tradisional (35,0%) dan komplementer (12,8%), pengobatan fisik tradisional (28,0%) dan jasa praktisi tradisional (7,1%). Berdasarkan analisis regresi logistik biner dengan variabel perancu (usia, domisili, persepsi diri terkait kesehatan, jumlah hari tidak aktif, serta kepemilikan asuransi), diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengobatan tradisional dan komplementer dengan rendahnya kesadaran minum obat multimorbid (adjusted odds ratio/aOR=1,244; 95% confidence interval/CI=1,077–1,437; p-value=0,003).
    Kata Kunci: Multimorbid, Indonesia, Pengobatan Tradisional dan Komplementer, Kesadaran Pengobatan, IFLS-5
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi