Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4649- Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Aktivitas Antiplasmodial Ekstrak Etil Asetat Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) (Sarah Gustia Redjeki; Raden Bayu Indradi, M.Si; Prof. Dr.rer.nat. Muhaimin, M.Si)


Malaria saat ini masih menjadi ancaman kesehatan global yang serius dengan munculnya resistensi parsial terhadap artemisinin sehingga menuntut ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501224649Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4649
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4649
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Malaria saat ini masih menjadi ancaman kesehatan global yang serius dengan munculnya resistensi parsial terhadap artemisinin sehingga menuntut pengembangan obat antimalaria baru untuk menghadapi kemungkinan terjadinya resistensi total yang berpotensi menghambat upaya eradikasi malaria. Tumbuhan Physalis angulata L., atau ciplukan, dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologi yang luas, salah satunya antiplasmodial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiplasmodial in vitro dari ekstrak etil asetat herba ciplukan yang diperoleh melalui berbagai metode ekstraksi, serta mengetahui pengelompokannya berdasarkan analisis KLT-densitometri berbasis kemometrik. Herba ciplukan diekstraksi dengan empat metode berbeda (sonikasi, maserasi, sokletasi, dan refluks) lalu aktivitas antiplasmodialnya diuji secara in vitro menggunakan metode PfLDH. Profil sidik jari ekstrak kemudian dianalisis menggunakan KLT-densitometri dan diolah dengan analisis kemometrik Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua ekstrak menunjukkan aktivitas yang sebanding, dengan nilai IC50 berkisar antara 4,97-5,93 µg/mL. Analisis PCA menunjukkan adanya pengelompokan ekstrak berdasarkan metode ekstraksi, yang menunjukkan perbedaan kandungan fitokimia. Aktivitas antiplasmodial yang sebanding antar ekstrak dari metode ekstraksi dingin (sonikasi dan maserasi) maupun panas (sokletasi dan refluks) menunjukkan bahwa perbedaan metode ekstraksi tidak berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antiplasmodial ekstrak tersebut.
    Kata kunci: Antiplasmodial, ekstraksi, KLT sidik jari, PCA, Physalis angulata
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi