Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4645- Dampak Penambahan Eudragit L100 Pada Sistem Koamorf Ritonavir Sakarin Dalam Dispersi Padat Terner Terhadap Profil Disolusi Ritonavir (Hanifah; Arif Budiman, M.Si., Ph.D; Prof. Taofik Rusdiana, M.Si., Ph.D)


Obat dengan kelarutan rendah memiliki laju disolusi dan bioavailabilitas yang rendah sehingga diperlukan pendekatan untuk meningkatkan kedua ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501184645Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4645
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4645
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Obat dengan kelarutan rendah memiliki laju disolusi dan bioavailabilitas yang rendah sehingga diperlukan pendekatan untuk meningkatkan kedua parameter tersebut. Amorfisasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan, namun bentuk amorf umumnya tidak stabil secara termodinamika. Sistem koamorf dikembangkan untuk menstabilkan bentuk amorf dan meningkatkan profil disolusi obat yang sukar larut dalam air. Namun demikian, sistem koamorf memiliki keterbatasan seperti sifat keterbasahan yang rendah, kecenderungan rekristalisasi selama penyimpanan, dan kelarutan yang kurang maksimal. Oleh karena itu, sistem dispersi padat terner (DPT) dilakukan untuk mengevaluasi dampak penambahan polimer sebagai komponen ketiga untuk mengatasi keterbatasan tersebut dan dampaknya terhadap profil disolusi. Dalam penelitian ini, digunakan sakarin sebagai koformer dan Eudragit L100 sebagai polimer dalam sistem DPT ritonavir. Sistem DPT dipreparasi dengan metode solvent evaporation, kemudian dikarakterisasi menggunakan powder X-ray diffraction (PXRD), differential scanning calorimetry (DSC), dan Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), serta dievaluasi profil disolusinya. Hasil menunjukkan bahwa amorfisasi ritonavir dalam sistem DPT terkonfirmasi dengan adanya pola halo yang melebar pada pengujian PXRD dan tidak adanya puncak leleh pada DSC. Hasil pengujian FTIR menunjukkan adanya interaksi antarmolekul ritonavir dengan sakarin dan Eudragit L100 melalui ikatan hidrogen. Profil disolusi menunjukkan peningkatan konsentrasi hingga 15 μg/mL setelah 120 menit. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan polimer dalam sistem koamorf ritonavir secara signifikan meningkatkan profil disolusi ritonavir.
    Kata Kunci: Dispersi Padat Terner, Ritonavir, Sakarin, Eudragit L100, Profil disolusi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi