Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4644- Parameter Kualitas Simplisia dan Ekstrak Etanol Daun Sungkai (Peronema canenscens Jack.) Serta Aktivitas Antioksidan Dengan Metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) (Destawesty Nurviana; Prof. Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si; Dr. Ami Tjitraresmi, M.Si)


Sungkai (Peronema canescens Jack.) adalah salah satu tumbuhan herbal di Indonesia yang berkhasiat sebagai imunomodulator serta diketahui memiliki ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501174644Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4644
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4644
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sungkai (Peronema canescens Jack.) adalah salah satu tumbuhan herbal di Indonesia yang berkhasiat sebagai imunomodulator serta diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Penetapan parameter kualitas terhadap simplisia dan ekstrak daun sungkai perlu untuk dilakukan agar dapat menjamin mutu dan keamanannya sebagai bahan baku obat bahan alam. Tujuan penelitian ini untuk menetapkan parameter kualitas simplisia dan ekstrak daun sungkai serta menguji aktivitas antioksidan ekstrak daun sungkai dari 3 lokasi tumbuh yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Padang Pariaman. Parameter kualitas simplisia dan ekstrak daun sungkai diuji berdasarkan metode yang terdapat pada Farmakope Herbal Indonesia edisi II, yang meliputi pengujian terhadap susut pengeringan simplisia, kadar sari larut air simplisia, kadar sari larut etanol simplisia, kadar abu total dan tidak larut asam simplisia dan ekstrak, rendemen ekstrak, dan kadar air ekstrak. Uji kandungan kimia dilakukan dengan penapisan fitokimia, KLT terhadap simplisia serta total kandungan flavonoid dan fenol terhadap simplisia maupun ekstrak. Uji aktivitas antioksidan dilakukan terhadap ekstrak menggunakan metode pengukuran penangkapan radikal bebas DPPH menggunakan asam askorbat sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia daun sungkai memiliki rentang susut pengeringan 7,33—8,35%, kadar sari larut air 12,83%—19,46%, kadar sari larut etanol 11,63—18,4%, kadar abu total 7,36—10,57%, kadar abu tidak larut asam 4,71%—6,93%, kadar flavonoid total 0,10%—0,15%, kadar fenol total 2,37%—3,60%. Ekstrak etanol memiliki rendemen dengan rentang 14,62-20,16%, kadar air 13,84—17,78%, kadar abu total 3,33%—6,39%, kadar abu tidak larut asam 2,06—3,15%, kadar flavonoid total 1,08%—1,31%, kadar fenol total 8,2%—16,94%. Hasil penapisan fitokimia simplisia daun terdeteksi senyawa metabolit sekunder flavonoid, polifenol, saponin, steroid, triterpenoid, kuinon, dan kumarin. Aktivitas antioksidan terkategori dalam rentang sangat kuat hingga sedang dengan nilai IC50 asam askorbat, ekstrak dari Kabupaten Banyumas, Bogor, dan Padang Pariaman berturut-turut sebesar 12,76±0,98 ppm; 38,21±2,16 ppm; 87,12±4,66 ppm; dan 110,43±3,56 ppm. Ekstrak daun sungkai menunjukkan potensi untuk dikembangkan sebagai antioksidan alami dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang signifikan sebagai antioksidan.
    Kata kunci: Standardisasi, Parameter kualitas, Sungkai, Peronema canescens, Antioksidan, DPPH
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi