Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4643- Optimasi Overproduksi Protein Rekombinan LL-37 di Escherichia coli BL21(DE3) Menggunakan Response Surface Methodology Serta Karakterisasinya (Anindita Pramesti; Dr. Tina Rostinawati, M.Si; Imam Adi Wicaksono, M.Si)


Penyakit infeksi menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di wilayah tropis. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat telah memicu resistensi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501164643Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4643
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4643
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit infeksi menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di wilayah tropis. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat telah memicu resistensi bakteri sehingga diperlukan alternatif terapi, salah satunya yaitu protein rekombinan LL-37 yang bertindak sebagai peptida antibakteri melalui mekanisme perusakannya terhadap membran sel bakteri. Escherichia coli BL21(DE3) digunakan sebagai sel inang pada produksi protein rekombinan. Akan tetapi, terdapat kemungkinan terjadinya ketidakstabilan plasmid sehingga perlu dilakukan optimasi kondisi overproduksi SUMO_LL-37 menggunakan Response Surface Methodology serta karakterisasi dan uji aktivitasnya terhadap bakteri E. coli resisten. Pemurnian SUMO_LL-37 dilakukan berdasarkan kromatografi afinitas. Pemotongan SUMO_tag dilakukan menggunakan enzim Faktor Xa dengan perbandingan massa enzim dan protein sebesar 1 : 12,5 sehingga protein LL-37 mampu dimurnikan menggunakan elektroelusi. Kuantifikasi konsentrasi protein diperoleh melalui analisis pita SDS-PAGE menggunakan ImageJ dan karakterisasi lebih lanjutnya diperoleh dari Western blot. Uji aktivitas protein SUMO_LL-37 dan hasil pemotongannya dilakukan melalui metode mikrodilusi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa kondisi optimum overproduksi yang menghasilkan prediksi konsentrasi tertinggi SUMO_LL-37 ialah kultur yang diinduksi oleh IPTG 0,5 mM dalam 100 mL media LB cair dengan inkubasi selama 5 jam, yaitu sebesar 17,7723 mg/mL. Pemotongan SUMO_tag pada SUMO_LL-37 menghasilkan konsentrasi protein LL-37 sebesar 0,0393 mg/mL. Namun, metode elektroelusi belum berhasil memurnikan protein LL-37. Uji mikrodilusi terhadap E. coli resisten menunjukkan bahwa protein LL-37 di dalam sampel hasil pemotongan SUMO_LL-37 belum menunjukkan aktivitasnya sebagai antibakteri karena konsentrasinya 2,68 kali lebih rendah daripada pembanding SUMO_LL-37 yang mampu menghambatnya pada 101,78 µM. Berdasarkan penelitian ini, maka diperlukan penambahan titik tengah pada variasi RSM serta optimasi lebih lanjut pada pemurnian LL-37 menggunakan elektroelusi.
    Kata kunci: Peptida antibakteri, SUMO_LL-37, LL-37, SDS-PAGE, elektroelusi, mikrodilusi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi