
Text
4642- Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Pada Akses Telemedisin di Indonesia Pada Masa Pandemik Covid-19 Menggunakan Data Survei World Bank Indonesia (Aprilia Artha Pratama Simanjuntak; Angga Prawira Kautsar, S.Si., MARS; Dr. Eri Amalia, MHSc)
Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menjadi katalis percepatan transformasi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, salah satunya melalui ...
-
Tidak ada salinan data
-
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4642Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4642Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menjadi katalis percepatan transformasi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, salah satunya melalui implementasi layanan telemedisin. Meskipun menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi, pemanfaatan telemedisin masih menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan, khususnya jika ditinjau berdasarkan karakteristik demografis rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis determinan akses terhadap telemedisin selama periode pandemi (2020-2023) dengan menggunakan data sekunder High-Frequency Monitoring of COVID-19 Impacts yang dilakukan oleh World Bank. Penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan kebijakan berbasis data untuk mendukung pengembangan sistem pelayanan kesehatan digital yang lebih inklusif dan berkeadilan, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Proses penelitian ini dimulai dari proses pengajuan dan pengunduhan data survei, dilanjutkan dengan pengolahan data melalui tahap pra-pemrosesan (penggabungan, penyaringan, pembersihan), kemudian dilanjutkan dengan analisis data statistik secara bertingkat yaitu analisis univariat, bivariat (menggunakan uji chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, lokasi tempat tinggal (baik di wilayah urban atau rural), dan kelompok usia merupakan faktor yang secara statistik signifikan memengaruhi kecenderungan penggunaan layanan telemedisin. Selain itu, alasan utama ketidakgunaan layanan mencakup ketidaktahuan tentang layanan, keterbatasan literasi digital, preferensi terhadap interaksi tatap muka langsung, serta keterbatasan infrastruktur internet.
Kata kunci: COVID-19, sistem layanan kesehatan, telemedisin, akses layanan kesehatan, demografi
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






