Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4633- Pemanfaatan Pigmen Betalain dari Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C. Weber) Britton & Rose) Sebagai Reagen Alami Untuk Analisis Logam Dalam Sampel Air (Ratnadani Amalia Safitri; Dr. Rimadani Pratiwi, M.Si; Dr. Ade Zuhrotun, M.Si)


Analis logam, yang sangat penting untuk kesehatan manusia, menghadapi tantangan karena masih mengandalkan instrumen berteknologi tinggi yang mahal ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202501044633Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4633
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4633
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Analis logam, yang sangat penting untuk kesehatan manusia, menghadapi tantangan karena masih mengandalkan instrumen berteknologi tinggi yang mahal dan seringkali tidak tersedia di laboratorium skala kecil. Betalain, senyawa pigmen alami, yang menunjukkan potensinya sebagai reagen deteksi logam karena efek perubahan warna yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengekstraksi buah naga merah dengan metode ultrasonic-assisted extraction (UAE), fraksinasi ekstrak dengan metode kromatografi cair vakum, mengembangkan teknik kolorimetri berbasis pigmen betalain untuk deteksi logam dalam sampel air menggunakan spektrofotometri UV-Visible, menguji stabilitas pigmen sebagai reagen alami terhadap paparan suhu dan waktu, serta mengevaluasi metode berdasarkan parameter selektivitas dan sensitivitas. Hasil ekstraksi pada suhu 30±5°C selama 30 menit dengan aquadest dan fraksinasi menunjukkan buah naga merah hanya mengandung pigmen betasianin yang dalam bentuk larutan stabil pada suhu 5±3°C selama 18 hari. Skrining logam menunjukkan bahwa pigmen betasianin berubah warna terhadap penambahan logam Fe dan Cu dari merah muda menjadi oranye (Fe) dan kuning (Cu). Dengan metode spektrofotometri UV-Visible, dihasilkan batas deteksi sebesar 0,084 mg/L (Fe) dan 0,102 mg/L (Cu), serta batas kuantifikasi sebesar 0,282 mg/L (Fe) dan 0,340 mg/L (Cu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa reagen alami betasianin dari buah naga merah memiliki potensi sebagai metode alternatif yang lebih sederhana untuk mendeteksi logam Cu dan Fe dalam sampel air.
    Kata kunci: Betasianin, Hylocereus polyrhizus, Kolorimetri, Logam, Spektrofotometri UV-Visible
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi