
Text
T336- Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya di Rumah Sakit Pendidikan Hasan Sadikin Bandung (Kinanti Alfathia; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D; Neily Zakiyah, M.Sc., Ph.D; dr. Triwedya Indra Dewi, Sp.IP)
Pendahuluan: Gagal jantung adalah sindrom klinis progresif dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, merepresentasikan beban klinis yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250102 T336 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T336Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T336Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Pendahuluan: Gagal jantung adalah sindrom klinis progresif dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia, merepresentasikan beban klinis yang signifikan. Meskipun Health-Related Quality of Life (HRQoL) merupakan outcome penting dalam manajemen gagal jantung, data mengenai HRQoL pasien gagal jantung, khususnya pada populasi rawat jalan di Indonesia, masih terbatas. Penelitian ini
bertujuan untuk mengukur HRQoL pasien gagal jantung, menganalisis korelasi antara instrumen EuroQol EQ-5D-5L (generik) dan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (spesifik), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi HRQoL pada pasien rawat jalan di RS Pendidikan Hasan Sadikin.
Metode: Penelitian potong lintang ini melibatkan 165 pasien gagal jantung rawat jalan yang direkrut dari Poli Jantung Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) selama periode Oktober–Desember 2024. Kualitas hidup terkait kesehatan (HRQoL) dinilai menggunakan instrumen EuroQol EQ-5D-5L dan Minnesota Living with Heart Failure Questionnaire (MLHFQ). Data demografi, karakteristik penyakit, dan komorbiditas dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang diadaptasi dari Socio Demographic Questionnaire (SDQ-14), Disease-related Questionnaire (DRQ-24), dan Charlson Comorbidity Index (CCI). Korelasi antar instrument HRQoL dianalisis menggunakan uji Spearman. Analisis bivariat (uji Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis) dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi memengaruhi HRQoL. Variabel dengan nilai p < 0,25 kemudian dimasukkan ke dalam analisis multivariat, yaitu regresi Tobit untuk hasil EQ-5D- 5L dan regresi linier berganda untuk MLHFQ.
Hasil: Dari total pasien, 57% melaporkan masalah pada setidaknya satu dimensi EQ-5D-5L. Rata-rata utilitas EQ-5D-5L adalah 0,88 ± 0,14 dan EQ-VAS 79,3 ± 14,9. Rata-rata skor total MLHFQ adalah 20,77 ± 20,34. Ditemukan korelasi negative signifikan (r = -0,681; p < 0,001) antara nilai EQ-5D-5L dan MLHFQ, yang menunjukkan konsistensi antara kedua instrumen dalam mengukur kualitas hidup. Analisis regresi Tobit menunjukkan bahwa kelas NYHA berhubungan negative signifikan dengan utilitas (p < 0,001), sementara frekuensi olahraga per minggu berhubungan positif (p = 0,007). Dalam model regresi linear MLHFQ, kelas NYHA (β = 0,385; p < 0,001) dan jumlah komorbid (β = 0,197; p = 0,010) menjadi prediktor utama penurunan kualitas hidup, dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,265.
Simpulan: Kualitas hidup pasien gagal jantung rawat jalan di RSHS lebih rendah dibanding populasi umum Indonesia. Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara instrumen EQ-5D-5L dan MLHFQ, menunjukkan konsistensi keduanya dalam mengukur kualitas hidup pasien gagal jantung. Faktor signifikan yang memengaruhi kualitas hidup adalah kelas NYHA, aktivitas fisik, dan jumlah komorbid. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan multidimensi dalam pengelolaan pasien gagal jantung untuk mendukung perbaikan kualitas hidup.
Kata kunci: Gagal Jantung, Kualitas Hidup, Faktor-Faktor pengaruh Kualitas Hidup, EQ-5D-5L, MLHFQ
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






