Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D80- Sitotoksisitas dan Mekanisme Kerja Kombinasi 5-Fluorourasil+Propolis Larut Air dan 5-Fluorourasil+Caffeic Acid Phenethyl Ester Pada Sel Kanker Payudara MCF-7 (Eri Amalia; Prof. Dr. Anas Subarnas, M.Sc; Prof. Dr. Ajeng Diantini, MS)


Pengobatan kanker payudara dengan kombinasi obat dilakukan untuk mengontrol dan menghambat pertumbuhan kanker secara efisien. 5-Fluorourasil (5-FU) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20250100D80Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D80
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D80
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pengobatan kanker payudara dengan kombinasi obat dilakukan untuk mengontrol dan menghambat pertumbuhan kanker secara efisien. 5-Fluorourasil (5-FU) adalah salah satu obat yang digunakan dalam pengobatan kanker payudara yang dikombinasikan dengan obat antikanker lainnya. Namun, pengobatan dengan 5-FU masih memiliki kendala, terutama toksisitas dan efek samping obat yang tinggi seiring dosis yang digunakan. Hal ini mendorong dilakukannya penelitian untuk mencari senyawa baru untuk mengatasi kendala tersebut dengan menggali manfaat kearifan lokal, yaitu propolis lebah Trigona spp. dari kabupaten Luwu Utara-Sulawesi Selatan, Indonesia. Propolis dibuat dalam bentuk propolis larut air (PLA), sehingga diharapkan terkandung senyawa bioaktif dengan permeabilitas membran yang baik dan dapat dikembangkan dalam sediaan farmasi lebih lanjut. Caffeic acid phenethyl ester (CAPE) dikenal sebagai senyawa bioaktif dalam propolis yang ditemukan di beberapa negara. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari potensi sitotoksisitas PLA dan CAPE pada sel kanker payudara MCF-7 dalam pemberian dosis tunggal dan kombinasi dengan 5-FU.
    Penelitian pada sel MCF-7 dengan 3-(4-5-dimethylthiazol- 2yl)-2,5- diphenil tetrazolium bromide (MTT) menunjukkan sitotoksisitas PLA pada IC50 4,2±1,2 mg/ml dan 2,3±0,4 mg/ml pada perlakuan 24 jam dan 48 jam, berturut-turut (p=0,09). Sedangkan 5-FU menunjukkan IC50 0,62±0,19 mg/ml dan 0,0004±0,0001 mg/ml, 24 jam dan 48 jam (p=0,004). Walaupun PLA menunjukkan aktifitas sitotoksik yang lemah dalam dosis tunggal (kriteria National Cancer Institute adalah
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi