Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4631- Pengaruh Induksi rhTGF-β3 Terhadap Level Ekspresi TGFB1, COL1A1, dan T1MP1 Pada Lini Sel Kondrosit Manusia C28/12 (Ziyan Zulfah Ramadhiany; Riezki Amalia, M.S., Ph.D; Prof. Melisa Intan Barliana, Dr.Med.Sc)


Kartilago artikular merupakan jenis jaringan ikat yang memberikan dukungan pada area tulang yang memerlukan fleksibilitas, namun memiliki kemampuan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202500994631Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4631
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4631
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kartilago artikular merupakan jenis jaringan ikat yang memberikan dukungan pada area tulang yang memerlukan fleksibilitas, namun memiliki kemampuan regenerasi yang terbatas. Terapi regeneratif kartilago dapat menggunakan ligan Transforming Growth Factor beta 3 (TGF-β3) melalui jalur dependensi-Smad untuk merangsang pembentukan jaringan kartilago baru yang kemudian diarahkan dengan menggunakan recombinant human TGF-β3 (rhTGF-β3), yang memiliki sifat biosimilar dengan ligan TGF-β3. Dalam penelitian ini, pengaruh induksi rhTGF-β3 dengan konsentrasi 2,5 dan 10 ng/mL dibandingkan dengan rhTGF-β1 sebagai kontrol terhadap level ekspresi TGFB1, COL1A1, dan TIMP1 yang merupakan target aktivitas profibrotik, diteliti secara in vitro dengan menggunakan model lini sel kondrosit manusia C28/I2. Hasil kuantifikasi ekspresi menggunakan metode qRT-PCR menunjukkan peningkatan signifikan dalam level ekspresi COL1A1 pada kedua konsentrasi, sementara TGFB1 hanya meningkat secara signifikan pada konsentrasi 10 ng/mL, dan TIMP1 mengalami penurunan pada kedua konsentrasi. Hampir semua konsentrasi menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan antara induksi rhTGF-β3 dan rhTGF-β1, kecuali pada TGFB1 konsentrasi 10 ng/mL, di mana rhTGF-β1 lebih efektif dalam meningkatkan ekspresi. Kesimpulannya, induksi rhTGF-β3 memliki respon yang signifikan terhadap level ekspresi TGFB1, COL1A1, dan TIMP1, namun tidak berbeda dengan induksi rhTGF-β1. Disarankan menggunakan lini sel yang tidak dimodifikasi oleh virus simian agar perbedaan respon terhadap kedua induksi tersebut dapat diamati lebih jelas.
    Kata Kunci: kartilago artikular, rhTGF-β3, C28/I2, TGFB1, COL1A1, TIMP1
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi