
Text
4627- Analisis Utilitas Biaya Penggunaan Disease Modifying Anti Rheumatoid Drugs (DMARD) Tunggal dan Kombinasi Pada Pasien Artritis Reumatoid di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (Najla Eksakta Permadi; Prof. Auliya A. Suwantika, Ph.D; Yudisia Ausi, M.Farm)
Artritis Reumatoid (AR) merupakan salah satu penyakit autoimun berupa inflamasi kronis yang ditandai dengan nyeri tekan dan pembengkakan pada sendi, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250095 4627 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4627Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4627Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Artritis Reumatoid (AR) merupakan salah satu penyakit autoimun berupa inflamasi kronis yang ditandai dengan nyeri tekan dan pembengkakan pada sendi, serta kerusakan sendi sinovial yang dapat menyebabkan disabilitas berat dan mortalitas prematur. Terapi AR berada dalam jangka panjang dan lini pertama umumnya menggunakan Disease Modifying Anti Rheumatoid Drugs (DMARD). Dampak dari AR yaitu kerusakan sendi bahkan disabilitas pada penduduk usia produktif maupun non produktif yang dapat memberi dampak sosial dan ekonomi berupa biaya pengobatan pasien yang tinggi sehingga menurunkan kualitas hidup serta harapan hidup pasien. Farmakoekonomi dapat digunakan untuk menganalisis biaya pengobatan salah satunya menggunakan analisis utilitas biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis utilitas biaya terapi pasien AR yang menggunakan DMARD tunggal ataupun kombinasi. Sampel yang digunakan yaitu pasien rawat jalan poliklinik dalam dengan penyakit AR yang telah mendapatkan pengobatan DMARD bulan. Penelitian ini dilakukan di RSUP Hasan Sadikin selama 3 bulan (April-Juli 2024). Metode yang digunakan yaitu analisis utilitas biaya dengan membandingkan selisih biaya terapi DMARD tunggal dan kombinasi dengan Quality-Adjusted Life Years (QALYs) pada kelompok DMARD tunggal dan terapi atau umumnya disebut dengan persamaan Incremental Cost Utility Ratio (ICUR). Nilai ICUR yang didapat yaitu sebesar Rp. - 4,959,474.73/QALY. Nilai ICUR yang negatif menunjukkan bahwa pada terapi AR, penggunaan DMARD kombinasi dibandingkan dengan DMARD tunggal menghasilkan biaya yang lebih mahal dengan utilitas yang lebih rendah. Bila digambarkan dalam diagram cost-effectiveness dapat disimpulkan bahwa nilai tersebut berada pada kuadran IV dimana dapat diartikan bahwa dari sudut pandang farmakoekonomi, terapi kombinasi didominasi (dominated) oleh terapi tunggal. Meskipun demikian, terapi kombinasi masih dapat dipertimbangkan selama kebermanfaatan klinis dinilai lebih besar daripada terapi tunggal. Faktor yang paling mempengaruhi nilai utilitas biaya penggunaan DMARD tunggal dan kombinasi terhadap pasien artritis reumatoid di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yaitu faktor QALYs dan biaya obat.
Kata Kunci: farmakoekonomi, QALYs, ICUR, cost-effective.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






