Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4624- Pembuatan Indikator Strip Berbasis Polimer Polimetil Metakrilat (PMMA) dan Campuran Polimer Polistirena (PS) dan PMMA Untuk Deteksi Residu Tetrasiklin Pada Susu (Putri Nur Azizah; Dr. Rimadani Pratiwi, M.Si; Prof. Dr. Aliya Nurhasanah, M.Si)


Tetrasiklin merupakan salah satu antibiotik spektrum luas yang sering digunakan dalam mengobati infeksi pada hewan. Banyak peternak yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202500924624Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4624
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4624
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tetrasiklin merupakan salah satu antibiotik spektrum luas yang sering digunakan dalam mengobati infeksi pada hewan. Banyak peternak yang menyalahgunakan tetrasiklin sebagai pakan tambahan karena manfaatnya yang dapat meningkatkan produktivitas susu dan daging. Antibiotik ini dapat tertinggal di dalam produk hewani seperti susu, daging, telur, dan ikan. Beberapa metode konvensional seperti spektrofotometer uv vis dan teknik kromatografi membutuhkan biaya yang mahal serta proses yang lama untuk mendeteksi residu tetrasiklin. Metode kolorimetri menjadi pilihan yang dapat digunakan untuk mendapatkan hasil yang cepat dan dapat dilakukan secara onsite. Indikator strip berbasis PS dan PMMA dibuat dengan metode reagent blending menggunakan pereaksi spesifik asam sulfat (H2SO4) pekat, Mecke, dan Marquis. Polimer PMMA dengan konsentrasi 5% dan campuran PS:PMMA perbandingan 1:4 dan 1:5 dicampurkan pada perbandingan pelarut dan pereaksi spesifik 7:3, 8:2, dan 9:1. Indikator strip berbahan dasar PMMA-H2SO4 pekat (9:1), PMMA-Mecke (9:1), dan PMMA-Marquis (9:1) merupakan komposisi terbaik yang dapat mendeteksi tetrasiklin dalam waktu 10 detik dengan batas deteksi yang masih kurang baik dimana limit of quantification (LOQ) dan Limit of detection (LOD) berturut turut yaitu 11,64 ppm dan 3,49 ppm. Indikator strip ini memiliki selektivitas tinggi terhadap tetrasiklin yang memberikan warna berbeda dengan zat aktif lain yang sering ditemukan dalam susu seperti ampisilin, kanamisin sulfat, streptomisin sulfat, tilosin, dan enrofloksasin. Hasil uji akurasi menggunakan LC-MS/MS menunjukkan terdapat 3 sampel yang tidak terdeteksi residu tetrasiklin dan 3 sampel lainnya mengandung residu tetrasiklin 0,031 ppm sampai kurang dari 0,022 ppm. Selain itu, indikator strip ini memiliki akurasi yang baik dalam mendeteksi tetrasiklin dalam sampel susu dengan konsentrasi di atas LOQ menggunakan imageJ sebesar 83,24% sampai 99,66%. Hasil uji dengan scanning electron microscope-energy dispersive x-ray spectroscopy (SEM-EDS) dan spektrofotometer infrred menunjukkan bahwa pereaksi telah masuk ke dalam indikator strip berbasis PMMA. Semua indikator strip yang disimpan menggunakan botol kaca gelap stabil selama 60 hari pada suhu ruang di dalam desikator. Indikator strip ini potensial untuk mendeteksi tetrasiklin secara onsite analisis.
    Kata Kunci : Tetrasiklin, PMMA, PS, Indikator strip
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi