
Text
4622- Pengaruh Polimer Polyvinyl Pyrrolidone K30 dan Poloxamer 407 Terhadap Rekristalisasi dari Nintedanib Dalam Larutan Lewat Jenuh (Gylbran Alghifari Santosa; Arif Budiman, M.Si., Ph.D; Prof. Dr. Dolih Gozali, MS)
Amorfisasi merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kelarutan dengan cara mengubah bentuk kristal obat menjadi amorf yang ditandai dengan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250090 4622 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4622Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4622Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Amorfisasi merupakan salah satu metode untuk meningkatkan kelarutan dengan cara mengubah bentuk kristal obat menjadi amorf yang ditandai dengan susunan obat yang tidak teratur dalam keadaan padat. Namun, bentuk amorf memiliki kekurangan, yaitu stabilitasnya sehingga amorf dapat kembali ke dalam bentuk kristalnya. Salah satu strategi untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan obat adalah amorf dispersi padat, yaitu mendispersikan obat pada tingkat molekuler ke dalam matriks polimer. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi polimer PVP K30 dan poloxamer 407 dalam nintedanib. Metode yang digunakan adalah uji kelarutan kristal dan amorf nintedanib, uji waktu induksi nukleasi, in silico, pengukuran 1H-NMR, dan uji viskositas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan polimer PVP K30 dan poloxamer 407 konsentrasi 0,1 mg/mL tidak meningkatkan kelarutan kristal nintedanib secara signifikan sehingga konsentrasi ini dipilih untuk pengujian waktu induksi nukleasi. Pengujian waktu induksi nukleasi menunjukkan bahwa polimer PVP K30 dan poloxamer 407 mampu mempertahankan konsentrasi nintedanib dalam larutan lewat jenuh berturut-turut selama 12 jam dan 16 jam. Sedangkan nintedanib tanpa polimer hanya mampu mempertahankan konsentrasinya selama 30 menit. Hal ini menandakan adanya interaksi antara nintedanib dengan polimer. Interaksi ini diprediksi melalui pengujian in silico lalu dikonfirmasi melalui pengujian 1H-NMR yang menunjukkan adanya interaksi ikatan hidrogen dan interaksi hidrofobik yang ditandai dengan pergeseran dan pelebaran puncak pada nintedanib dan polimer.
Kata Kunci: Nintedanib, PVP K30, poloxamer 407, amorf dispersi padat, rekristalisasi, larutan lewat jenuh
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






