
Text
4619- Formulasi dan Karakterisasi Sediaan Film-Forming Spray Berbasis Kitosan Dalam Sistem Nanostructured Lipid Carrier Mengandung α-Mangostin Untuk Penutup Luka (Salsabil Ghaliya; Prof. Nasrul Wathoni, M.Si., Ph.D; Dr. Veni Takarini, drg., M.Kes)
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki kemampuan untuk menggantikan povidone iodine yang masih memiliki efek samping seperti ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250085 4619 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4619Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4619Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman obat memiliki kemampuan untuk menggantikan povidone iodine yang masih memiliki efek samping seperti reaksi alergi dan bersifat toksik pada konsentrasi tinggi. Salah satunya yaitu, kulit manggis. Pada kulit manggis terkandung senyawa turunan xanthone yaitu alfa-mangostin. Alfa-mangostin memiliki aktifitas farmakologi seperti aktivitas antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi yang dapat berperan penting pada proses penyembuhan luka. Namun, senyawa alfa-mangostin ini memiliki kelarutan yang rendah di dalam air. Saat ini, sistem penghantaran obat nanopartikel seperti nanostructured lipid carrier (NLC) adalah teknik yang umum digunakan untuk mengatasi hal tersebut. Sistem NLC ini dapat diformulasikan ke dalam sediaan film-forming spray karena dapat meningkatkan bioavailabilitas zat aktif. Film-forming spray harus dibuat menggunakan polimer yang memiliki sifat in situ. Salah satu polimer yang memiliki sifat tersebut yaitu kitosan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan formula Film-forming Spray berbasis kitosan dalam sistem NLC-P mengandung α-mangostin. Pada penelitian ini dibuat tiga formula dengan variasi konsentrasi kitosan (0,5%, 1%, dan 2% ). Formula yang dihasilkan terdiri dari NLC-P mengandung α-Mangostin sebagai bahan aktif, kitosan sebagai polimer dalam pembentukan film, Tween 80 sebagai surfaktan, propilen glikol sebagai plasticizer, natrium benzoat sebagai pengawet, dan akuades sebagai pelarut. Hasil penelitian menunjukkan pada awal pembuatan sediaan, hanya F1 (dengan konsentrasi kitosan 0,5%) dan F2 (dengan konsentrasi kitosan 1%) yang memenuhi semua persyaratan karakteristik dan evaluasi sebagai sediaan film-forming spray yang hasilnya berturut turut yaitu ukuran partikel sebesar 144,50 nm, 257,80 nm; indeks polidispersitas sebesar 0,953, 0,950; potensial zeta sebesar -10,27, -6,17; pH sebesar 7,157, 6,017; viskositas sebesar 32 mPa.s, 15,867 mPa.s; sudut semprot sebesar 70,115 derajat, 66,573 derajat; bobot semprot sebesar 0,134 g, 0,138g; efisiensi penjerapan sebesar 96,082%, 95,920%; waktu kering selama 127 detik, 173 detik; dan keduanya dapat melekat dengan baik. Namun, setelah dilakukan penyimpanan selama 28 hari ketiga formula kurang stabil yang dapat ditinjau dari parameter indeks polidispersitas.
Kata kunci : Alfa mangostin, Nanostructured lipid carrier (NLC), Film-forming Spray, Kitosan, Penutup luka
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






