
Text
4616- Identifikasi Senyawa Glikoalkaloid Dalam Ekstrak Etanol Kulit Kentang Granola (Solanum tuberosum L. vs. Granola: Solanaceae) dari Pangalengan (Syifa Fatimah; Dr. Eri Amalia, MHSc; Driyanti Rahayu, MT)
Kentang granola merupakan varietas kentang yang banyak dikonsumsi oleh Masyarakat di Indonesia. Kecamatan Pangalengan merupakan salah satu sentra ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250082 4616 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4616Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4616Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kentang granola merupakan varietas kentang yang banyak dikonsumsi oleh Masyarakat di Indonesia. Kecamatan Pangalengan merupakan salah satu sentra produksi kentang di Provinsi Jawa Barat. Kulit kentang Granola mengandung banyak senyawa kimia yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologi. Glikoalkaloid merupakan senyawa anti nutrisi yang banyak ditemukan pada kulit kentang. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder termasuk senyawa glikoalkaloid pada ekstrak kulit kentang Granola dari Pangalengan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi kemudian dilakukan ekstraksi senyawa alkaloid dengan kloroform. Fraksi kloroform yang didapatkan kemudian dipisahkan dan diambil senyawa utama dengan metode Kromatografi Lapis Tipis Preparatif dan dilanjutkan dengan Kromatografi Lapis Tipis Dua Arah. Filtrat yang didapatkan kemudian dianalisis senyawa glikoalkaloid dengan metode spektrofotometri UV dan Inframerah.
Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol kulit kentang Granola dari Pangalengan mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, kumarin, kuinon, dan steroid. Data spektrum Ultraviolet menunjukkan senyawa termasuk ke dalam golongan senyawa glikoalkaloid dengan panjang gelombang maksimum pada 203 nm dengan nilai absorbansi sebesar 4,000. Data spektrum Inframerah menunjukkan adanya gugus N-H stretching (3431,42 cm-1), C-H alifatik (2932,81 cm-1 dan 2863,38 cm-1), pyranose ring skeletal (1589,37 cm-1 dan 468,71 cm-1), dan C-O-C (1106,19 cm-1).
Kata Kunci : Identifikasi senyawa glikoalkaloid, Kulit kentang Granola, Pangalengan
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






