Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4607- Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kesediaan Menerima Vaksin Covid-19 di Indonesia: Analisis Data Survei World Bank (Citra Aulia Zahra; Angga Prawira Kautsar, S.Si., MARS; Dr. Eri Amalia, MHSc)


Program vaksinasi COVID-19 sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk menerima vaksin, yang masih menghadapi tantangan berupa keraguan dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202500724607Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4607
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4607
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Program vaksinasi COVID-19 sangat bergantung pada kesediaan masyarakat untuk menerima vaksin, yang masih menghadapi tantangan berupa keraguan dan penolakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik demografis dan kesediaan menerima vaksin COVID-19 di Indonesia. Desain penelitian ini yaitu studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional retrospektif berbasis metode dry lab, menggunakan data sekunder dari survei High-Frequency Monitoring of COVID-19 Impacts oleh World Bank. Tujuan akhirnya adalah mendukung perumusan strategi vaksinasi yang lebih terarah dan berbasis bukti, guna menjangkau kelompok yang masih ragu atau menolak vaksinasi sehingga cakupan vaksinasi meningkat. Penelitian dilakukan melalui pengumpulan data, pengolahan data (data pre-treatment), dan analisis statistik. Analisis dilakukan bertahap mulai dari univariat, bivariat (uji Chi-square), hingga multivariat (regresi logistik multinomial berbobot) menggunakan software R. Hasil menunjukkan bahwa kesediaan vaksinasi menurun dari 78% (2020) menjadi 40,1% (2023) pada kelompok yang belum divaksin. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran terhadap efek samping, kondisi kesehatan, penolakan umum terhadap vaksin, dan “alasan lainnya”. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara wilayah, jenis kelamin, pendidikan, dan usia dengan kesediaan vaksinasi (p < 0,05). Berdasarkan analisis multivariat, diketahui bahwa individu yang tinggal di wilayah urban luar Jawa memiliki risiko lebih tinggi untuk menolak vaksin dibandingkan individu yang telah divaksinasi (RRR = 3,64; 95% CI = 1,46 - 9,06; p < 0,01).
    Kata kunci: COVID-19, vaksinasi, kesediaan vaksin, demografis, regresi logistik.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi