
Text
T332- Hubungan Polimorfisme Gen SLCO1B1 Terhadap Kejadian Reaksi Obat Yang Tidak Diinginkan (ROTD) Metotreksat Pada Pasien Leukemia Limfoblastik Akut Anak (Siti Utami Rahmayanti; Prof. Taofik Rusdiana, M.Si., Ph.D; Riezki Amalia, Ph.D; Nur Suryawan, dr., SpA (K), M.Kes)
Leukimia Limfoblastik Akut (LLA) Anak merupakan kanker yang paling banyak terjadi pada pediatri. Studi yang dilakukan pada populasi Indonesia ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250069 T332 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T332Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T332Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Leukimia Limfoblastik Akut (LLA) Anak merupakan kanker yang paling banyak terjadi pada pediatri. Studi yang dilakukan pada populasi Indonesia melaporkan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun pada pasien LLA anak masih rendah dengan persentase sekitar sebesar 20 – 60%. Rendahnya tingkat kelangsungan hidup pasien LLA anak di Indonesia disebabkan oleh tingginya angka kekambuhan (relaps) dan kematian akibat toksisitas selama pengobatan. Penggunaan Metotreksat dosis tinggi dalam protokol pengobatan LLA anak saat ini menghasilkan variasi respon dan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) hematologi yang tinggi. Variasi respon dan ROTD ini dipengaruhi adanya polimorfisme gen SLCO1B1*15. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi polimorfisme gen SLCO1B1*15 pada populasi pasien LLA anak di Indonesia dan bagaimana hubungannya terhadap ROTD pada sistem hematologi setelah pemberian metotreksat dosis tinggi.
Hasil uji pada 38 pasien menunjukan polimorfisme SLCO1B1 rs230628 pada populasi LLA anak di Indonesia berada dalam kesetimbangan Hardy-Weinberg dan polimorfisme SLCO1B1 rs4149056 menunjukan 44,7% individu yang teridentifikasi memiliki alel T dan 0,0% memiliki alel C. Parameter hematologi meliputi nilai Hemoglobin, Leukosit, Trombosit, dan ANC menunjukkan penurunan yang signifikan secara statistik setelah pemberian kemoterapi dosis tinggi MTX. ROTD menunjukan progresi menjadi kasus berat setelah siklus MTX-HD kedua dan ketiga. ROTD yang paling banyak terjadi adalah anemia (47,4%) dan ROTD yang paling banyak terjadi pada derajat keparahan berat adalah Neutopenia (28,9%). Pasien dengan genotipe GA dan AA pada polimorfisme SLCO1B1 rs230628 memiliki tendensi kejadian leukopenia, neutropenia, dan trombositopenia lebih tinggi dibandingkan pasien dengan genotipe GG. Namun, hasilnya belum menunjukan hubungan yang signifikan secara statistik (p > 0,05).
Kata Kunci : Metotreksat, SLCO1B1, Farmakogenetik
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






