
Text
4604- Dosimetri Internal [125I]I-Alfa Mangostin Pada Mencit Yang Telah Diinduksi Tumor MCF-7 Sebagai Kandidat Terapi Kanker Payudara Menargetkan Reseptor Estrogen Alfa (Rizky Prasiska Wulandari; Prof. Muchtaridi, M.Si., Ph.D; Miski Aghnia Khairinisa, M.Biomed.Sc., Ph.D; Dr.sc.hum. Deni Hardiansyah, S.Pd., M.Si)
Kanker payudara dengan reseptor estrogen positif (ER+) memiliki prevalensi tinggi di Asia, termasuk Indonesia, dan merupakan penyebab utama kematian. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250068 4604 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4604Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4604Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kanker payudara dengan reseptor estrogen positif (ER+) memiliki prevalensi tinggi di Asia, termasuk Indonesia, dan merupakan penyebab utama kematian. Tamoxifen sebagai terapi standar memiliki keterbatasan sehingga dikembangkan alternatif seperti radionuklida 125I yang dilabel dengan alfa mangostin (AM) menjadi [¹²⁵I]I-AM sebagai terapi radiasi internal yang spesifik. Studi dosimetri internal dilakukan menggunakan metode Fitting Sum of Exponential (SoE) dan Noncompartmental Analysis (NCA) untuk mengevaluasi distribusi dan dosis serap. Hasilnya menunjukkan bahwa SoE memprediksi hasil dosis serap yang tinggi daripada NCA, namun kedua metode tersebut menghasilkan analisis bahwa dosis serap tertinggi pada darah, lambung, dan hati. Perbedaan hasil perhitungan dosis serap ini mencerminkan perbedaan pendekatan integrasi dan ekstrapolasi data metode SoE dan NCA. Selain itu, perbedaan perhitungan dosis serap yang hasilkan juga dikarenakan data biodistribusi [¹²⁵I]I-AM kurang memadai sehingga mempengaruhi keakuratan hasil perhitungan dosis serap. Efektivitas [¹²⁵I]I-AM dalam menargetkan tumor rendah akibat deiodinasi. Dampak deionisasi [¹²⁵I]I-AM adalah tingginya akumulasi di jaringan/organ nontarget dan rendahnya retensi di tumor. Stabilitas yang rendah menjadi kelemahan yang berpotensi meningkatkan toksisitas. Sebaliknya, radiofarmaka seperti 177Lu-DOTA-Bn, 225Ac-anti-HER-2/neu, dan ¹⁸⁸Re-Z(HER-2:V-2) menunjukkan akumulasi lebih baik di tumor dengan distribusi minimal ke jaringan/organ sehat menjadikannya kandidat yang lebih unggul.
Kata kunci: [125I]I-AM, Dosis serap, Kanker payudara, ERα
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






