Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T329- Analisis Faktor Psikososial dan Sosiodemografi Terhadap Kesadaran Pengobatan Hiperlipidemia dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis Berdasarkan Indonesian Family Life Survey 5 (Wardatul Jannah; Prof. Rizky Abdulah, Ph.D; Sofa Dewi Alfian, M.KM., Ph.D)


Pendahuluan : Prevalensi kejadian hiperlipidemia dan PPOK tinggi di dunia. Rendahnya kesadaran pengobatan dapat menyebabkan kegagalan terapi. Oleh ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20250060T329Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T329
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T329
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan : Prevalensi kejadian hiperlipidemia dan PPOK tinggi di dunia. Rendahnya kesadaran pengobatan dapat menyebabkan kegagalan terapi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kesadaran pengobatan hiperlipidemia dan PPOK. Metode : Desain studi cross-sectional, data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data hasil survey IFLS-5 tahun 2014. Kriteria inklusi, subjek dengan self report diagnosa hiperlipidemia dan PPOK dan berusia minimal 15 tahun. Faktor psikososial yang dilihat adalah status kontrol kolesterol, status merokok, gejala depresi, gangguan insomnia, status kebahagiaan, status general medical check-up, dan kepuasan terhadap pelayanan kesehatan. Sementara factor sosiodemografi terdiri dari jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, pendapatan, kepemilikan asuransi, relijiusitas, komorbid, dan tempat tinggal. Untuk menganalisa hubungan faktor-faktor tersebut dengan kesadaran pengobatan hiperlipidemia dan PPOK digunakan analisis regresi logistic multivariat dengan melihat nilai odss ratio pada confindence interval (CI) 95%.
    Hasil : Jumlah subjek hiperlipidemia pada penelitian ini adalah sebanyak 1.393 subjek dan jumlah subjek PPOK sebanyak 618 subjek. Pada penelitian ini 76,02% subjek hiperlipidemia dan 84,30% subjek PPOK memiliki kesadaran pengobatan rendah. Berdasarkan analisis multivariat, diperoleh bahwa laki-laki (aOR: 1,366; 95% CI 1,044-1,786; p-value : 0.023), subjek hiperlipidemia yang berusia 26-35 tahun (aOR: 2,584; 95% CI 1,451- 4,60; p-value : 0.001), tidak rutin melakukan kontrol kolesterol (aOR: 2,839 ; 95% CI 2,065-4,052; p-value : 0.000), serta subjek yang tidak memiliki komorbid (aOR: 1,836; 95% CI 1,188-2,840; p-value : 0.006) dan subjek hiperlipidenia yang memiliki 1-2 komorbid (aOR: 1,900; 95% CI 11,277-2,285; p-value : 0.002), memiliki hubungan yang bermakna dengan rendahnya kesadaran pengobatan hiperlipidemia. Kemudian pada subjek PPOK, menunjukkan bahwa usia 15-25 tahun (aOR: 2,531; 95% CI 1,024-6,253; p-value 0.044), usia 26-35 tahun (aOR: 3,418; 95% CI 1,444-8,091; p-value 0.005), kepuasan pelayanan kesehatan dengan kategori “mencukupi” (aOR: 2,510; 95% CI 1,508-4,176; p-value 0.000), subjek yang merokok (aOR: 1,894; 95% CI 1,147-3,127; p-value 0.013), dan tingkat pendidikan SMA (aOR: 4,870; 95% CI 1,685-14,078; p-value 0.003), secara bermakna berhubungan dengan rendahnya kesadaran pengobatan PPOK.
    Kesimpulan: Kesadaran pengobatan pada subjek hiperlipidemia dan PPOK rendah pada penelitian ini. Dibutuhkan upaya strategi intervensi untuk meningkatkan kesadaran pengobatan hiperlipidemia dan PPOK yang berfokus pada kelompok yang memiliki faktor risiko terhadap rendahnya kesadaran pengobatan.
    Kata kunci : Hiperlipidemia, PPOK, Kesadaran pengobatan, IFLS-5
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi