
Text
D75- Peningkatan Produksi Senyawa Bioaktif dari Tumbuhan Bajakah (Uncaria nervosa) Melalui Optimasi Teknologi Fermentasi Sebagai Zat Aktif Sediaan Gel Antijerawat (Maria Almeida; Prof. Dr. Sriwidodo, M.Si; Prof. Dr. Sri Agung Fitri Kusuma, M.Si; Dr. Angga Cipta Narsa, M.Si)
Etnobotani tumbuhan U. nervosa secara empirik digunakan masyarakat lokal Kalimantan sebagai antijerawat, dengan keterbatasan bahan baku perlu ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250059 D75 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil D75Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi D75Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Etnobotani tumbuhan U. nervosa secara empirik digunakan masyarakat lokal Kalimantan sebagai antijerawat, dengan keterbatasan bahan baku perlu dicarikan solusi untuk meningkatkan kadar senyawa metabolit sekunder dengan meminimalisasi eksploitasi, yaitu fermentasi. Peran L. plantarum yang memfermentasi ekstrak tumbuhan lain diketahui dapat meningkatkan kadar polifenol sehingga bioaktivitas ekstrak uji meningkat. Tujuan penelitian ini mendapatkan ekstrak etanol bagian tumbuhan U. nervosa yang memiliki aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap P. acnes, mendapatkan bahan baku standar ekstrak U. nervosa, mendapatkan ekstrak etanol U. nervosa yang difermentasi L. plantarum untuk meningkatkan aktivitas antibakteri terhadap P. acnes, mendapatkan kondisi optimum ekstrak terfermentasi, mendapatkan sediaan gel antijerawat yang paling efektif. Tahap pertama penelitian adalah mengekstraksi tumbuhan U. nervosa batang, daun, kulit batang, didapatkan rendemen sebesar 17,63%; 19,85%; 22,55%. Skrinning fitokimia menghasilkan senyawa fenolik. Kulit batang memiliki kadar fenolik tertinggi sebesar 10,66 ±0,09 mg GAE/g, aktivitas antibakteri tertinggi sebesar 14,56 ± 0,40 mm. Tahap kedua adalah standarisasi ekstrak kulit batang. Susut pengeringan, kadar abu, cemaran logam (mg/L) Pb, Cd, As, ALT, AKK sebesar 11,12 ± 0,69%; 0,62 ± 0,008%; 0,0172; 0,0084 ; 0,0002; 9,13 x 103 CFU/g; 3,27 x 102 CFU/g. Tahap ketiga adalah optimasi metode fermentasi didapatkan lama fermentasi 3 hari, konsentrasi sukrosa 30% (b/v), konsentrasi ekstrak 400000ppm, suhu 420C. Tahap keempat adalah uji konsentrasi hambat minimum ekstrak terfermentasi kulit batang. Standarisasi susut pengeringan, kadar abu, cemaran Pb, Cd, As, ALT, AKK sebesar
5,34% ± 0,12; 1,33% ± 0,03; 0,018 ; 0,008; 0,356 mg/L; < 105 CFU/g; < 103 CFU/g. Kadar fenolik ekstrak terfermentasi sebesar 18,46 ± 0,17 mg GAE/g. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit batang, ekstrak terfermentasi, klindamisin, DMSO sebesar 14,76 ± 0,20; 16,81 ± 0,24; 20,94 ± 0,34; 0,00 ± 0,00 mm. Tahap kelima adalah optimasi basis gel, pembuatan sediaan gel, evaluasi gel, cycling test, uji efektivitas. Optimasi basis gel 3 formula yaitu FA, FB, FC konsentrasi HPMC 1%; 1,5%; 2%. FB memenuhi semua syarat sediaan gel optimum. Tahapan formulasi dibuat 6 formula yaitu F0, F1, F2, F3, F4, F5. Sediaan gel dievaluasi cycling test. Hasil uji sediaan gel yang paling efektif sebagai antibakteri adalah F5. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa fermentasi dapat meningkatkan aktivitas antibakteri kulit batang U. nervosa dan ekstrak terfermentasinya dapat dijadikan sediaan gel antijerawat.
Kata kunci: U. nervosa, Fermentasi, L. plantarum, RSM, Antijerawat
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






