
Text
T328- Karakterisasi Spektroskopik dan Komputasi Struktur Kompleks Betalain Logam Cu dan Kompleks Betalain Logam Fe Sebagai Upaya Memperoleh Indikator Logam dari Pigmen Alami (Gabriella Josephine Maranata; Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, M.Si; Dr. Sandra Megantara, M.Farm)
Logam memiliki banyak manfaat, namun keberadaannya sering kali terkait dengan pencemaran lingkungan dan toksisitas terhadap biota. Keracunan besi dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250055 T328 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T328Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T328Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Logam memiliki banyak manfaat, namun keberadaannya sering kali terkait dengan pencemaran lingkungan dan toksisitas terhadap biota. Keracunan besi dan tembaga mampu mengakibatkan gangguan hati. Paparan tembaga yang berlebihan juga mampu menimbulkan gejala gastrointestinal akut dan berpotensi berdampak pada sistem imun. Sampai saat ini, metode deteksi logam dengan berbagai instrumen telah digunakan secara luas. Namun, waktu dan biaya yang dibutuhkan dalam penggunaan instrumen relatif banyak, karenanya pengembangan indikator logam yang efisien dan mampu mendeteksi logam dalam waktu singkat perlu dikembangkan. Pigmen alam merupakan salah satu unsur yang berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan indikator logam karena mampu membentuk kompleks warna dengan logam dan relatif ramah lingkungan. Salah satu pigmen alam yang berpotensi digunakan dalam pengembangan indikator logam adalah betalain. Pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, ekstrak daging buah naga merah yang mengandung betalain mampu membentuk kompleks stabil dengan Cu dan Fe yang memberikan perubahan warna dari merah muda menjadi oranye (Cu) dan kuning (Fe) tetapi masih memiliki limit deteksi yang tinggi. Pada penelitian kali ini, pengujian secara komputasi terkait ikatan yang akan terbentuk antara logam Cu dan Fe dengan 14 turunan pigmen betalain dipelajari secara lebih mendalam sebagai penapisan untuk pengembangan lebih lanjut dari indikator logam berbasis pigmen betalain untuk memperoleh indikator logam dengan sensitivitas yang lebih baik. Studi secara komputasi dilakukan menggunakan metode DFT dengan fungsional B3LYP dan basis set LanL2DZ. Dilakukan juga karakterisasi spektroskopik kompleks dengan Gaussian dan GAMESS, serta perhitungan konstanta stabilitas. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa turunan pigmen betalain Portulaxanthin dan Indicaxanthin dari kelompok betaxantin, dan Prebetanin dari kelompok betasianin memiliki potensi terbesar untuk logam Cu berdasarkan nilai Gap HOMO LUMO dan Chemical Hardness. Neobetanin, Portulaxanthin, dan Indicaxanthin memiliki potensi terbesar berdasarkan nilai Gap HOMO LUMO dan Chemical Hardness untuk logam Fe . Dari parameter Chemical Potential, pigmen Hylocerenin dan Isoamaranthin paling potensial untuk menjadi indikator logam Cu dan Fe. Pergeseran panjang gelombang UV-Vis terjadi secara batokromik hampir untuk semua pigmen, dengan pergeseran panjang gelombang maksimum terbesar dimiliki kompleks Neobetanin-Fe. Nilai konstanta stabilitas juga menunjukkan bahwa hampir semua pigmen memiliki stabilitas yang baik dengan stabilitas terbaik untuk kompleks Isoamaranthin-Cu dan Miraxanthin-Fe. Dengan mengacu pada parameter gap HOMO LUMO, gap energi sebelum dan sesudah ikatan, Chemical Hardness, dan konstanta stabilitas sebagai parameter paling berdampak, dengan tetap mempertimbangkan parameter lainnya, turunan pigmen betalain paling potensial adalah Isoamaranthin, Neobetanin, Hylocerenin dari golongan betasianin, serta Indicaxanthin, Portulaxanthin, dan Miraxanthin dari golongan betaxantin. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap turunan pigmen betalain paling berpotensi dengan percobaan secara eksperimental dan dilakukan pengembangan prototipe kit indikator berbasis pigmen betalain untuk deteksi logam Cu dan Fe.
Kata kunci: Logam, Pigmen Alam, Betalain, Density Functional Theory
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






