Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4597- Pengaruh Peran Apoteker Dalam Informasi Keluarga Berencana Terhadap Pemakaian Kontrasepsi Modern Pada Wanita Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2017 (Alya Puteri Agustina Pribadi; Sofa Dewi Alfian, M.K.M., Ph.D; Neily Zakiyah, M.Sc., Ph.D)


Program Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang bertujuan untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak untuk mencapai kesejahteraan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202500504597Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4597
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4597
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Program Keluarga Berencana (KB) merupakan program yang bertujuan untuk mengatur jumlah dan jarak kelahiran anak untuk mencapai kesejahteraan keluarga. Namun, KB menghadapi hambatan dengan jumlah terpenuhinya kebutuhan kontrasepsi yang masih rendah. Salah satu solusi untuk mengatasi ini adalah peningkatan pelayanan kontrasepsi oleh tenaga kesehatan, termasuk apoteker. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh peran apoteker dalam informasi KB terhadap pemakaian kontrasepsi modern dan pola penggunaan kontrasepsi modern pada Wanita Usia Subur (WUS) berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan menganalisis sebanyak 7.504 sampel menggunakan analisis univariat, bivariat (chi-square test), dan multivariat (regresi logistik biner) menggunakan aplikasi SPSS. Hasil yang didapatkan adalah tidak ada pengaruh yang signifikan dari paparan informasi KB oleh apoteker terhadap penggunaan kontrasepsi modern (p-value = 0,115l OR = 2,295; CI = 0,817-6,447). Kemudian, dapat diketahui pola penggunaan KB modern (52%) pada WUS dengan urutan metode yang paling banyak digunakan adalah injeksi (49,3%), pil (18,1%), lainnya (9%), IUD (6,9%), steril (4%), dan kondom (2,8%). Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, dan apoteker untuk mendorong peran apoteker dalam menyukseskan program KB, khususnya pelayanan kontrasepsi.
    Kata kunci: Apoteker, Indonesia, Keluarga Berencana, Kontrasepsi, Pelayanan, Peran, Pola, SDKI
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi