
Text
4596- Preparasi dan Karakterisasi Ko-Amorf Ritonavir dan Kafein Menggunakan Metode Solvent Evaporation (Gloria Mahayarni Lastiar Sitinjak; Arif Budiman, M.Si., Ph.D; Dr. Yoga Windhu Wardhana, M.Si)
Sistem amorf dibuat dengan mengubah obat yang kurang larut dalam air dari keadaan kristal menjadi amorf untuk meningkatkan kelarutan dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250049 4596 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4596Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4596Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Sistem amorf dibuat dengan mengubah obat yang kurang larut dalam air dari keadaan kristal menjadi amorf untuk meningkatkan kelarutan dan bioavailabilitas. Namun, pendekatan ini memunculkan masalah terkait stabilitas. Sistem ko-amorf menggabungkan zat aktif dengan molekul dengan meningkatkan stabilitas amorf. Ritonavir (RTV) digunakan sebagai model dengan kelarutan dalam air yang rendah dengan koformer kafein (KAF). Preparasi RTV:KAF (2:1) dengan metode solvent evaporation membentuk amorf, dikonfirmasi dengan terbentuknya pola halo dalam difraktogram powder X-ray diffraction (PXRD). Differential scanning calorimetry (DSC) tidak menunjukkan adanya puncak endotermik yang terkait dengan titik leleh RTV dan KAF. Spektrum FTIR menunjukkan interaksi antara RTV dan KAF. Stabilitas fisik dievaluasi dengan PXRD pada penyimpanan di kondisi 25°C/90% RH; ko-amorf RTV:KAF (2:1) menunjukkan stabilitas yang lebih baik daripada RTV dalam keadaan amorf, dan pada suhu 25°C/0% RH, tidak terbentuk puncak difraksi pada ko-amor hingga 30 hari penyimpanan. Profil disolusi RTV meningkat karena kafein dapat mempertahankan keadaan supersaturasi RTV untuk waktu yang lebih lama. Hasil ini menunjukkan bahwa koamorfisasi RTV dengan KAF memperbaiki profil disolusi dan mempertahankan stabilitasnya dalam bentuk amorf.
Kata kunci : kelarutan, ko-amorf, ritonavir, solvent evaporation, stabilitas fisik, disolusi, kafein
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






