
Text
T326- Evaluasi Penggunaan Antibiotik Profilaksis dan Pascabedah Pada Pasien Bedah Obgin Serta Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Infeksi Luka Operasi di RSUP. Hasan Sadikin (Munawir Gazali; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D; Sofa Dewi Alfian, M.KM., Ph.D; dr. Tulus Satriasih, SpFK.)
Latar Belakang: Infeksi Luka Operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi serius pada tindakan bedah yang dapat meningkatkan lama rawat inap, biaya ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250046 T326 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T326Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T326Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Latar Belakang: Infeksi Luka Operasi (ILO) merupakan salah satu komplikasi serius pada tindakan bedah yang dapat meningkatkan lama rawat inap, biaya perawatan, dan risiko mortalitas. Penggunaan antibiotik profilaksis secara tepat terbukti efektif dalam mencegah ILO, namun sering kali tidak diimbangi dengan rasionalitas penggunaan antibiotik pasca bedah, sehingga dapat memicu resistensi antimikroba dan tingginya biaya pengobatan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik profilaksis dan pasca bedah secara kuantitatif dan kualitatif, serta menganalisis pengaruh faktor resiko terhadap kejadian ILO pada pasien bedah obstetri dan ginekologi.
Metode: Penelitian ini adalah studi observasional cross-sectional dengan data rekam medis pasien di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada Juni 2022–Mei 2023. Evaluasi kuantitatif dilakukan dengan metode ATC/DDD, sedangkan evaluasi kualitatif menggunakan metode Gyssens. Hubungan antara penggunaan antibiotik dan ILO dianalisis dengan uji Chi-square. Variabel signifikan (p < 0,25) dimasukkan ke analisis multivariat dengan regresi logistik untuk menghitung odds ratio (OR).
Hasil: Berdasarkan perhitungan DDD, Sefazolin merupakan antibiotik profilaksis dengan nilai DDD tertinggi 2,32 DDD/100 pasien-hari rawat) dan Seftriakson antibiotik pasca bedah dengan nilai DDD tertinggi 14,50 DDD/100 pasien-hari rawat. Secara kualitatif dari 348 pasien, 84 % penggunaan antibiotik profilaksis dan 97,48% penggunaan antibiotik pascabedah telah dilakukan dengan bijak dan rasional. Namun masih ditemukan Drug Related Problem (DRP) kategori I terjadi sebanyak 49 (15%) kasus dan DRP Kategori IIA sebanyak 1 (0,3%) kasus pada penggunaan antibiotik profilaksis dan DRP kategori V terjadi sebanyak 6 (1,72%) kasus pada penggunaan antibiotik pasca bedah. Ditemukan sebanyak 9 (3%) pasien mengalami ILO. Adapun faktor-faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian Infeksi luka operasi adalah penggunaan antibiotik profilaksis (aOR: 8,116, CI 95%: 1,174 – 56,104, p-value: 0,034), riwayat merokok pasien (aOR: 19,651, CI 95%: 1,335 - 289,193, p-value: 0,030), kadar Hb pasien (aOR: 9,040, CI 95%: 1,018 - 80,256, p-value: 0,048) dan Indeks Massa Tubuh pasien (aOR: 8,707, CI 95%:1,652 - 45,899, p-value: 0,011)
Kesimpulan: Antibiotik profilaksis yang paling banyak di gunakan adalah Sefazolin dan Antibiotik pascabedah yang paling banyak di gunakan adalah Seftriakson. Penggunaan antibiotik telah dilakukan dengan bijak dan rasional namun masih ditemukan ditemukan penggunaan antibiotik tidak tepat waktu, penggunaan antibiotik dengan dosis tidak tepat dan penggunaan antibiotik tanpa indikasi untuk beberapa pasien. Adapun faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian ILO adalah penggunaan antibiotik profilaksis, Riwayat merokok , kadar Hemoglobin dan Indeks Massa Tubuh pasien.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






