Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4588- Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar Isobavakalkon Pada Ekstrak Getah Ashitaba (Angelica keiskei K.) Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (Bilqisti Kanzabila Karim; Dr. Diah Lia Aulifa, M.Si; Driyanti Rahayu, MT)


Ashitaba (Angelica keiskei K.) merupakan tanaman obat dengan beragam aktivitas farmakologi, seperti antiobesitas, antiinflamasi, dan antikanker. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202500384588Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4588
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4588
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ashitaba (Angelica keiskei K.) merupakan tanaman obat dengan beragam aktivitas farmakologi, seperti antiobesitas, antiinflamasi, dan antikanker. Metabolit sekunder yang banyak memberikan aktivitas tersebut adalah senyawa kalkon. Salah satu senyawa kalkon mayor dalam tanaman ashitaba adalah isobavakalkon yang banyak terkandung pada bagian getah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi optimum analisis yang memenuhi kriteria validasi metode untuk analisis kadar isobavakalkon dalam ekstrak getah ashitaba menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Tahapan penelitian yang dilakukan meliputi ekstraksi getah ashitaba, preparasi sampel, uji kesesuaian sistem KCKT, validasi metode analisis, serta analisis kadar isobavakalkon dalam ekstrak getah ashitaba. Sistem KCKT yang digunakan adalah fase terbalik dengan fase diam kolom ZORBAX Eclipse XDB-C18 dan detektor UV-Vis pada panjang gelombang 366 nm. Validasi metode analisis meliputi parameter selekivitas, linieritas, sensitivitas (LOD dan LOQ), presisi, akurasi, dan robustness. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimum diperoleh pada fase gerak metanol : air (80:20) v/v dengan laju alir 0,8 mL/menit. Kondisi optimum yang terpilih juga telah memenuhi persyaratan parameter validasi yaitu selektivitas, linieritas (R = 0,9995), LOD (0,707 ppm), LOQ (2,142 ppm), presisi keterulangan (%RSD = 0,475 – 0,933%), presisi antara (%RSD = 0,723 – 1,554%), akurasi (%recovery = 100,649 – 101,771%), serta robustness. Hasil analisis kadar isobavakalkon dalam ekstrak getah ashitaba diperoleh sebesar 2,788 – 2,939% b/b.
    Kata kunci: Ashitaba (Angelica keiskei K.), isobavakalkon (IBC), KCKT, validasi metode
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi