
Text
4586- Aktivitas Antijerawat dan Inhibitor Tirosinase Ekstrak Etanol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia L.) (Safirda Syafa Yuhandiana; Dr. Tina Rostinawati, M.Si; Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si)
Kulit merupakan bagian terluas pada manusia yang melindungi manusia dari berbagai seperti infeksi mikroorganisme, kerusakan fisik, radiasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250036 4586 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4586Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4586Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kulit merupakan bagian terluas pada manusia yang melindungi manusia dari berbagai seperti infeksi mikroorganisme, kerusakan fisik, radiasi ultraviolet, maupun bahan kimia berbahaya. Dengan fungsinya yang vital, seringkali kulit mengalami berbagai masalah seperti infeksi bakteri, infeksi jamur, jerawat, hiperpigmentasi, luka bakar, luka tusuk, dan bekas luka. Masalah kulit yang umum dijumpai pada manusia yaitu jerawat, yang dapat terjadi akibat bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Masalah jerawat yang parah hingga meradang dapat menyebabkan adanya hiperpigmentasi akibat bekas luka dari jerawat tersebut. Hiperpigmentasi ini muncul karena sel kulit yang rusak sehingga meningkatkan produksi melanin sebagai respon terhadap kerusakan kulit. Salah satu upaya yang dilakukan masyarakat dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan herbal yang mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, fenolik, dan kumarin. Golongan senyawa tersebut telah diteliti memiliki sifat antibakteri dan penghambat enzim tirosinase. Daun jati belanda memiliki golongan senyawa tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi ekstrak etanol daun jati belanda (Guazuma ulmifolia L.) dalam aktivitas antibakteri serta inhibitor tirosinase. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup uji difusi agar sumur untuk menilai aktivitas antijerawat terhadap bakteri penyebab jerawat dengan konsentrasi ekstrak 100.000; 50.000; 25.000; 12.500; dan 6.250 µg/mL, serta uji enzimatik untuk mengevaluasi aktivitas penghambatan tirosinase dengan konsentrasi 100, 300, 900, 2700 µg/mL. Ekstrak etanol daun jati belanda diuji pada berbagai konsentrasi untuk menentukan efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jati belanda tidak berpotensi sebagai agen antibakteri pada Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes, serta tidak berpotensi dalam menginhibisi enzim tirosinase.
Kata Kunci: Ekstrak etanol daun Guazuma ulmifolia, antibakteri, difusi agar, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acne, tirosinase, IC50
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






