
Text
4583- Uji Aktivitas Antiinflamasi Fraksi N-Heksan dan Etil Asetat Akar Qust Al Hindi (Saussurea lappa) Melalui Uji Stabilitas Membran Eritrosit dan Induksi Karagenan (Halwa Aulia Nurdin; Prof. Dr. Ida Musfiroh, M.Si; Gofarana Wilar, Ph.D)
Inflamasi merupakan respon pertahanan tubuh terhadap alergen atau serangan benda asing di dalam tubuh. Lebih dari 50% penyebab kematian disebabkan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250033 4583 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4583Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4583Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Inflamasi merupakan respon pertahanan tubuh terhadap alergen atau serangan benda asing di dalam tubuh. Lebih dari 50% penyebab kematian disebabkan oleh penyakit yang berhubungan dengan adanya inflamasi kronis seperti penyakit jantung iskemik, stroke, kanker, diabetes melitus dan penyakit ginjal kronis. Penggunaan NSAID (non-steroidal anti-inflammatory drug) untuk mengatasi inflamasi memiliki efek samping berupa cedera gastrointestinal. Penggunaan tanaman herbal dapat menjadi alternatif pengobatan antiinflamasi yang dinilai lebih aman dari obat-obatan kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antiinflamasi dari fraksi n-heksan dan etil asetat akar qust al hindi (Saussurea lappa). Pengujian dilakukan dengan dua metode yaitu uji stabilitas membran eritrosit secara in vitro dan induksi karagenan secara in vivo. Hasil Penelitian menunjukkan fraksi etil asetat dan n-heksan akar qust al hindi memiliki aktivitas antiinflamasi dengan menstabilkan membran eritrosit yang diinduksi larutan hiposalin. Persentase stabilitas fraksi etil asetat pada dosis 75, 100, dan 125 ppm secara berturut-turut adalah 75,421%, 76,124%, dan 80,805%. Persentase stabilitas fraksi n-heksan sebesar 75,000%, 76,545%, dan 77,060%. Hasil uji in vitro menunjukkan fraksi etil asetat memiliki nilai persentase stabilitas lebih tinggi dibandingkan fraksi n-heksan sehingga fraksi etil asetat dilanjutkan pada uji in vivo. Hasil uji in vivo pada fraksi etil asetat menunjukkan adanya aktivitas antiinflamasi dengan menghambat radang pada kaki tikus yang diinduksi karagenan. Persentase inhibisi inflamasi yang diperoleh pada fraksi etil asetat dosis 50, 100, dan 250 mg/kgBB secara berturut-turut pada menit ke-240 sebesar 18,605%, 27,907%, dan 43,059%.
Kata Kunci: Inflamasi, Qust al hindi (Saussurea lappa), Stabilitas membran eritrosit, Induksi karagenan
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






