
Text
4574- Sitotoksisitas Ekstrak Rhopalaea sp. Terhadap Lini Sel Kanker Payudara MCF-7 (Aria Aristokrat; Yuni Elsa Hadisaputri, MBS.,Ph.D; Dr. Rini Hendriani, M.Si)
Di Indonesia, prevalensi kanker payudara semakin bertambah dan menempati peringkat pertama di antara kanker yang lainnya. Saat ini, pengobatan kanker ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250023 4574 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4574Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2024 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4574Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Di Indonesia, prevalensi kanker payudara semakin bertambah dan menempati peringkat pertama di antara kanker yang lainnya. Saat ini, pengobatan kanker menghasilkan efek samping yang merugikan serta adanya resistensi obat antikanker. Oleh karena itu, diperlukan terapi alternatif untuk kanker payudara seperti menggunakan bahan alam dari laut yang salah satunya adalah tunikata. Rhopalaea sp. merupakan tunikata yang unik dan memiliki habitat di perairan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksisitas ekstrak Rhopalaea sp. terhadap lini sel kanker payudara MCF-7. Rhopalaea sp. diambil dari perairan Tapulaga, Sulawesi Tenggara, dan dimaserasi menggunakan metanol. Hasil ekstrak kasar Rhopalaea sp. diidentifikasi metabolit sekundernya menggunakan Kromatografi Lapis Tipis. Uji sitotoksisitas terhadap lini sel kanker payudara MCF-7 dengan menggunakan metode resazurin assay. Dari hasil penelitian, didapatkan dugaan senyawa steroid dan fenolik. Ekstrak kasar Rhopalaea sp. tidak memiliki aktivitas sitotoksik terhadap lini sel kanker payudara MCF-7, tetapi menginduksi proliferasi pada lini sel tersebut. Sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut mengenai aktivitas dari ekstrak kasar Rhopalaea sp..
Kata kunci: Kanker payudara, Rhopalaea sp., sitotoksisitas, lini sel MCF-7
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






