Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T324- Hambatan dan Fasilitator Dalam Penyelesaian Pengobatan Pasien Tuberkulosis Resisten Obat Ganda (TB-ROG) Yang Mengalami Reaksi Obat Tidak Dikehendaki: Studi Kualitatif di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung (Sartika Aprianti; Ivan Surya Pradipta, S.Si., M.Sc., Ph.D; Prof. Melisa Intan Barliana, Dr. Med.Sc; Dr. dr. Prayudi Santoso, Sp.PD-KP., M.Kes)


Pendahuluan: Kasus kejadian TB-ROG di Indonesia cukup tinggi dan masih menjadi permasalahan utama yang belum terselesaikan. Permasalahan dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20250021T324Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T324
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T324
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Kasus kejadian TB-ROG di Indonesia cukup tinggi dan masih menjadi permasalahan utama yang belum terselesaikan. Permasalahan dan penanganan ROTD pada pengobatan TB-ROG yang sangat kompleks dan dapat menghambat dalam penyelesaian keberhasilan pengobatan pasien TB-ROG. Strategi yang tepat dalam penatalaksanaan ROTD dapat mempertahankan kualitas hidup dan meningkatkan keberhasilan pengobatan TB di Indonesia.
    Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman kejadian ROTD serta hambatan dan fasilitator dalam penyelesaian pengobatan pasien TB-ROG yang mengalami ROTD pada fase lanjutan dari sudut pandang pasien.
    Metode: Penelitian ini dilakukan di salah satu rumah sakit rujukan di Jawa Barat pada bulan Juli sampai dengan september 2023. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan dalam penelitian ini. Pengambilan sampling secara purposive sampling yaitu subjek penelitian dipilih tidak secara acak dengan kriteria tertentu berdasarkan karakteristik subjek yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian yaitu partisipan berusia diatas 18 tahun dan mengalami ROTD pada fase lanjutan pengobatan. Wawancara mendalam dilakukan menggunakan pedoman wawancara semi struktur yang dikembangkan melalui pendekatan delapan standar klinis untuk pengelolaan ROTD. Semua wawancara direkam secara audio dan ditranskrip dan diimpor ke perangkat lunak Atlas.ti.versi 9.0 dan dianalisis dengan analisis tematik. Kredibilitas informasi ditentukan dengan menggunakan pendekatan saturasi informasi, triangulasi dan member check.
    Hasil: Kami mewawancarai lima belas partisipan dengan jenis kelamin delapan orang laki-laki dan tujuh orang perempuan. Regimen pengobatan yang sedang dijalani partisipan terdiri long-term regiment (LTR), short-term regiment (STR) dan regimen BpaL Hasil analisis ditemukan sebanyak empat puluh kode yang dikategorikan menjadi sepuluh kategori yang berbeda. Kategori-kategori ini dikelompokkan menjadi tiga tema utama yaitu Pengalaman, Hambatan, dan Fasilitator dalam penyelesaian pengobatan TB-ROG pada pasien yang mengalami ROTD. Pada tema pengalaman diidentifikasi empat pengalaman partisipan yaitu respon psikologis, dukungan dampak ROTD, tingkat keparahan ROTD, dan penanganan ROTD. Tema hambatan yang teridentifikasi yaitu faktor resiko, beban finansial, ketidakoptimalan informasi ROTD, dan aspek pembiayaan obat. Tema fasilitator yang teridentifikasi meliputi pelayanan pelaporan ROTD dan aksesibilitas rumah sakit
    Kesimpulan: Pengalaman partisipan menjadi informasi untuk menentukan strategi perawatan yang berpusat pada pasien pada pengelolaan ROTD. Hambatan yang dilaporkan sebagai hambatan utama harus dipertimbangkan untuk memperkuat pelayanan yang berpusat pada pasien terutama pada pengelolaan ROTD. Fasilitator yang diterima perlu ditingkatkan dengan memperhatikan kebutuhan dari pasien TB-ROG pada pengelolaan ROTD.
    Kata kunci: Reaksi Obat yang Tidak diinginkan, Tuberkulosis Resistan Obat Ganda, Jawa Barat, Perspektif pasien, Keberhasilan pengobatan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi