Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

4572- Toksisitas Teratogenisitas Ekstrak Herba Ciplukan (Physalis angulata L.) Pada Tikus Putih Galur Wistar (Zilfa Syarifa Al-Azis; Dr. Rini Hendriani, M.Si; Dr. Ade Zuhrotun, M.Si)


Herba ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki banyak khasiat karena memiliki beberapa aktivitas farmakologi diantaranya sebagai antifibrosis, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP202500184572Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    4572
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    4572
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Herba ciplukan (Physalis angulata L.) memiliki banyak khasiat karena memiliki beberapa aktivitas farmakologi diantaranya sebagai antifibrosis, antiinflamasi, antibakteri, imunistimulan dan antiasma. Sediaan obat tidak hanya harus terbukti memiliki khasiat namun harus terbukti juga keamanannya. Salah satunya keamanan terhadap wanita hamil dan bayi yang dikandungnya. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah pemberian sediaan herba ciplukan secara in vivo selama masa kehamilan khususnya pada masa organogenesis memberikan efek toksik terhadap kondisi fetus. Hewan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah tikus putih galur Wistar yang sedang hamil. Kelompok uji terdiri dari kelompok kontrol, kelompok dosis 20 mg/kgBB, 450 mg/kgBB dan 1000 mg/kgBB. Untuk mengetahui gambaran toksisitas dilihat melalui parameter kondisi eksternal fetus seperti bobot dan panjang badan fetus serta kondisi abnormalitas secara makroskopis, dan juga kondisi internal fetus seperti kondisi kerangka dan jaringan lunak fetus. Dari hasil pengamatan fetus secara eksternal dan kondisi kerangka tulang tidak terjadi abnormalitas, sedangkan pada pengamatan jaringan lunak otak terdapat kelainan yang terjadi pada kelompok dosis 1000 mg/kgBB. Namun setelah dilakukan analisis statistik Uji Kruskal-Wallis dan Post Hoc (LSD) didapatkan nilai signifikansi >0,05. Hal tersebut menandakan bahwa pemberian sediaan ekstrak ciplukan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelainan yang terjadi pada otak fetus. Oleh karena itu pemberian sediaan herba ciplukan dapat dikatakan aman bagi hewan uji yang sedang hamil karena tidak menimbulkan efek toksik terhadap kondisi kerangka dan jaringan lunak fetus.
    Kata Kunci: ekstrak ciplukan, in-vivo, toksisitas teratogenisitas
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi