Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T321- Aktivitas Penghambatan Resistensi Insulin Ekstrak Etanol Bawang Merah Brebes (Allium ascalonicum L.) Terhadap Mencit Jantan Galur Swiss-Webster Yang Diinduksi Emulsi Tinggi Lemak dan Fruktosa (Rani Yulifah Elkanawati; Prof. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS; Prof. Dr. Jutti Levita, M.Si)


Resistensi insulin adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik, sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20250013T321Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T321
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T321
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Resistensi insulin adalah kondisi ketika tubuh tidak dapat merespons insulin dengan baik, sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Kondisi ini merupakan faktor utama dalam perkembangan diabetes melitus tipe 2 (DMT2), yang kini semakin umum terjadi di seluruh dunia. Salah satu obat yang umum digunakan untuk mengatasi DMT2 adalah metformin, obat antidiabetes oral lini pertama. Metformin memiliki efek samping seperti gangguan pencernaan dan risiko asidosis laktat. Oleh sebab itu, pencarian bahan alam yang dapat mengatasi resistensi insulin menjadi penting. Salah satu bahan alam yang berkhasiat sebagai obat adalah bawang merah Brebes (Allium ascalonicum L.), yang diketahui mengandung senyawa bioaktif kuersetin yang berpotensi menghambat resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak etanol bawang merah Brebes (EEBM) dalam menghambat resistensi insulin. EEBM diperoleh melalui proses pengeringan menggunakan oven bersuhu 40°C. Setelah itu, bawang yang telah dikeringkan dibuat menjadi serbuk simplisia, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam. Maserat yang diperoleh diuapkan menggunakan rotary evaporator pada suhu 50°C dan dipekatkan di atas waterbath pada suhu 50°C sampai diperoleh ekstrak kental bawang merah. Rendemen EEBM yang dihasilkan adalah sebesar 28,1%. Analisis proksimat menunjukkan bahwa EEBM mengandung air 21,82%, abu 3,92%, lemak 0,12%, protein 13,45%, dan karbohidrat 60,69%. Metabolit sekunder yang terdeteksi dalam EEBM yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Penetapan kadar senyawa kuersetin dalam EEBM dilakukan dengan metode standar adisi dan diperoleh hasil sebesar 0,0065%. Penelitian in vivo dilakukan pada mencit jantan galur Swiss-Webster menggunakan metode tes toleransi glukosa oral (TTGO) dan penghambatan resistensi insulin. Mencit dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kelompok kontrol normal, control negatif, kontrol positif yang diberi metformin 100 mg/kg BB, dan tiga kelompok uji dengan dosis EEBM yang berbeda (100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB). Pada pengujian TTGO, mencit diinduksi glukosa 3 g/kg BB, kecuali kelompok kontrol normal dan diamati penurunan kadar glukosa darah. Pada pengujian penghambatan resistensi insulin, mencit diinduksi emulsi tinggi lemak (Lipofundin®) 20 mL/kg BB dan fruktosa 2,52 g/kg BB, serta diberikan pengobatan secara preventif selama 21 hari, kecuali kelompok kontrol normal diberikan Na-CMC 0,5%. Nilai KTTI adalah parameter yang digunakan untuk mengukur sensitivitas insulin. Data yang diperoleh diolah menggunakan SPSS untuk membandingkan efek antar kelompok. Hasil TTGO menunjukkan bahwa EEBM mampu menurunkan kadar glukosa darah dan EEBM dosis 100 mg/kg BB menunjukkan persentase penurunan paling tinggi. EEBM dapat menurunkan bobot badan mencit, namun perbedaannya tidak signifikan (p>0,05) dibandingkan kelompok kontrol negatif. EEBM secara signifikan (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi