
Text
T319- Optimasi Nanoemulsi Senyawa Katekin Gambir (Uncaria Gambir, Roxb) Sebagai Pengawet Antibakteri Dalam Sediaan Gel Kosmetik (Nurul Inaya Muhtar; Dr. Soraya Ratnawulan Mita, M.Si; Prof. Dr. Sri Agung Fitri Kusuma, M.Si)
Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang biak pada produk kosmetik telah diketahui sejak lama, terutama produk yang mengandung komponen ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250011 T319 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T319Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T319Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang biak pada produk kosmetik telah diketahui sejak lama, terutama produk yang mengandung komponen air yang tinggi seperti gel. Kontaminasi mikroba pada kosmetik merupakan risiko penting bagi kesehatan konsumen karena produk yang terkontaminasi dapat menyebabkan iritasi dan infeksi. Bahan pengawet adalah zat yang ditambahkan pada kosmetik dengan tujuan utama menghambat perkembangan mikroorganisme. Pengawet bekerja dengan cara menghambat dinding/membran sel mikroba, replikasi dan transkripsi DNA/RNA, dan sintesis protein. Pengawet sintensis yang umum digunakan dalam sediaan kosmetik memiliki batas minimum penggunaan karena dapat menyebabkan iritasi dan efek samping yang tidak diinginkan pengguna. Tanaman gambir mengandung komponen utama senyawa katekin yang memiliki aktivitas antimikroba spektrum luas, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet tetapi senyawa katekin memiliki stabilitas yang rendah maka digunakan sistem nanoemulsi yang dapat meningkatkan stabilitas dan efektivitas dari senyawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa katekin yang diformulasikan dalam sistem nanoemulsi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet dalam sediaan kosmetik gel. Metode penelitian ini meliputi pengujian aktivitas antimikroba serbuk katekin dengan metode difusi agar terhadap lima mikroba uji yaitu, Staphylococcus aeureus ATTC 6538, Pseudomonas aeruginosa ATTC 9027, Enterobacter aerogenes ATTC 13048, Candida albicans ATTC 10231, dan Aspergillus niger ATTC 16404. Kemudian untuk menentukan konsentrasi katekin yang akan diformulasikan dalam sistem nanoemulsi, maka dilakukan penentuan nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) terhadap lima mikroba uji tersebut. Kemudian diformulasikan basis nanoemulsi dengan sembilan variasi konsentrasi surfaktan dan kosurfaktan berdasarkan perhitungan nilai HLB, basis terbaik yang terpilijh digunakan untuk formulasi nanoemulsi katekin dengan lima variasi konsentrasi katekin. Kemudian dilakukan uji efektivitas pengawet dari formula nanoemulsi katekin dan nanoemulsi katekin dalam sediaan gel. Hasil pengujian aktivitas antimikroba dengan difusi agar, katekin gambir memiliki aktivitas terhadap Staphylococcus aeureus ATTC 6538, Pseudomonas aeruginosa ATTC 9027, Enterobacter aerogenes ATTC 13048 tetapi tidak memiliki aktivitas terhadap Candida albicans ATTC 10231, dan Aspergillus niger ATTC 16404. Nanoemulsi dapat meningkatkan aktivitas antimikroba katekin, kandungan katekin 2% dalam sistem nanoemulsi memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aeureus ATTC 6538, Pseudomonas aeruginosa ATTC 9027, Enterobacter aerogenes ATTC 13048. Nanoemulsi katekin 2% memiliki ukuran partikel 37.4 nm, indeks polidispersitas 0.17, dan potensial zeta -35.3 mV. Nanoemulsi katekin 2% memiliki stabilitas yang baik selama pengujian freeze thaw dan penyimpanan suhu ruang selama 28 hari. Nanoemulsi katekin 2% diformulasikan dalam basis gel dengan konsentrasi 1.25%, 2.5%, dan 5%. Pengujian stabilitas gel dengan frezze thaw dan suhu ruang selama 28 hari memiliki stabilitas yang baik untuk pH dan viskositas namun mengalami perubahan warna selama pengujain. Hasil pengujian efektivitas pengawet terhadap S.aeureus pada hari ke 2 formula A memenuhi syarat uji, pada hari ke 7, 14, dam 28 formula A, B, dan C telah memenuhi syarat uji efektivitas pengawet. Berdasarkan hasil pengujian efektivitas pengawet terhadap S.aeureus, dapat dinyatakan bahwa nanoemulsi katekin 2% memenuhi syarat sebagai pengawet antibakteri pada konsentrasi rendah yaitu 1.25%
Kata kunci : gambir, katekin, antimikroba, nanoemulsi, gel
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






