
Text
T318- Isolasi dan Identifikasi Senyawa dari Fraksi Teraktif Imunomodulator Daun Sungkai (Peronema canescens Jack) Dengan Metode Carbon Clearance (Asep Kokom; Prof. Dr. Yasmiwar Susilawati, M.Si; Prof. Dr. Sri Adi Sumiwi, MS)
Daun sungkai (Peronema canescens Jack) telah digunakan secara tradisional di Indonesia sebagai imunomodulator dan diketahui mengandung flavonoid, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20250010 T318 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T318Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2025 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T318Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Daun sungkai (Peronema canescens Jack) telah digunakan secara tradisional di Indonesia sebagai imunomodulator dan diketahui mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan terpenoid. Penelitian mengenai ekstrak daun sungkai telah dilakukan, namun pengujian fraksi serta isolasi senyawa masih terbatas. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas imunomodulator ekstrak dan fraksi dengan carbon clearance. Selain itu dilakukan proses isolasi dan identifikasi senyawa dari fraksi teraktif sebagai imunomodulator. Sebanyak 30 ekor mencit dibagi menjadi 6 kelompok (n=5). Ekstrak etanol diberikan dengan dosis 50, 100, dan 200 mg/kg BB, sedangkan fraksi air, etil asetat, dan n-heksan diberikan dengan dosis 100 mg/kg BB secara oral selama 7 hari. Pada hari ke-8, suspensi karbon disuntikkan secara intravena, konstanta kecepatan eliminasi karbon, indeks fagositosis, dan indeks stimulasi diukur dengan spektrofotometer UV-Vis. Proses isolasi dilakukan dengan metode Kromatografi Cair Vakum (KCV), Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) dan rekristalisasi. Identifikasi senyawa dilakukan dengan spektrofotometer UV-Vis, FTIR, dan NMR. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol (200 mg/kg BB) dan fraksi etil asetat (100 mg/kg BB) secara signifikan meningkatkan konstanta kecepatan eleminasi karbon dengan nilai 0,116±0,018 ; 0,171±0,081, dan indeks fagositosis 7,66±1,10 ; 9,95±1,87 (p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






