Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

D068- Kuinin Sulfat Sebagai Obat Covid-19: Uji Klinik Untuk Mengetahui Efikasi dan Keamanannya (Irma Rahayu Latarissa; Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si; Prof. Melisa Intan Barliana, Dr.Med.Sc; Dr. Anna Meiliana, M.Kes)


Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 telah menjadi tantangan
kesehatan global terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Berbagai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20250008D068Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    D068
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    D068
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 telah menjadi tantangan
    kesehatan global terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Berbagai upaya pada
    skala global dan nasional dilakukan untuk menangani penyebaran infeksi ini, salah
    satunya dengan repurposing drug. Klorokuin (KQ) dan Hidroksiklorokuin (HKQ)
    sebagai repurposing drug pada awalnya memberikan efikasi yang baik terhadap
    COVID-19, namun seiring dengan berkembangnya penelitian, WHO
    merekomendasikan untuk menghentikan penggunaan kedua obat tersebut untuk
    COVID-19 karena memiliki risiko yang lebih besar daripada manfaatnya. Indonesia
    dengan kekayaan bahan alamnya mempunyai satu senyawa Kuinin Sulfat (KS)
    yang merupakan senyawa aktif dari ekstrak kina yang digunakan untuk mengobati
    malaria. KS dapat memiliki potensi sebagai terapi COVID-19 karena kemiripan
    strukturalnya dengan KQ dan HKQ. Penelitian in silico dan in vivo menunjukkan
    bahwa KS memiliki aktivitas antivirus yang baik terhadap SARS-CoV-2. Namun,
    KS juga dapat menyebabkan efek samping yang signifikan pada hematologi serta
    fungsi ginjal, hati, dan kardiovaskular. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
    untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan penggunaan KS pada pasien COVID-
    19. Penelitian ini adalah uji klinik terkontrol, adaptif, multisenter, acak, tersamar
    ganda yang dilakukan di dua senter penelitian di Indonesia yaitu RSHS Bandung
    dan RSPAD Jakarta. Pasien dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol
    (pengobatan standar COVID-19 + plasebo) dan kelompok uji (pengobatan standar
    COVID-19 + KS). Parameter efikasi yang dinilai berdasarkan kondisi klinis dengan
    7 skala ordinal; kejadian dan durasi suplementasi oksigen; kejadian ventilasi
    mekanis dan durasi rawat inap. Sementara itu parameter keamaan dinilai
    berdasarkan perubahan hasil laboratorium pada CBC, SGOT, SGPT, ureum dan
    kreatinin serta hasil pemeriksaan QTc. Sebanyak 25 subjek memenuhi kriteria
    inklusi yang terdiri dari kelompok kontrol (11 pasien), dan kelompok uji (14
    pasien). Tidak ada perbedaan yang signifikan pada semua parameter efikasi yang
    diukur, namun secara deskriptif kelompok uji memberikan hasil yang lebih baik
    dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perbedaan saturasi oksigen juga diukur
    sebagai tambahan untuk menentukan efikasi KS. Nilai rata-rata saturasi oksigen
    pada kelompok uji lebih besar dari kelompok kontrol (98,20 vs 97,34), dan secara
    statistik menunjukan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Hasil pengujian statistik
    untuk menilai keamanan KS pada pasien COVID-19 juga menunjukan hasil yang
    tidak berbeda signifikan, menunjukan bahwa KS aman pada dosis yang digunakan
    terutama terhadap parameter hematologi, fungsi hati, ginjal, dan jantung. Penelitian
    ini menyimpulkan bahwa KS memiliki potensi sebagai terapi tambahan untuk
    vi
    COVID-19. Meskipun tidak ada perbedaan signifikan dalam parameter efikasi
    utama antara kelompok kontrol dan kelompok uji, kelompok uji menunjukkan hasil
    yang lebih baik secara deskriptif. Nilai rata-rata saturasi oksigen yang lebih tinggi
    pada kelompok uji menunjukkan bahwa KS dapat memberikan manfaat klinis
    tambahan dalam pengelolaan COVID-19. Selain itu, analisis keamanan
    menunjukkan bahwa penggunaan KS tidak menyebabkan perbedaan signifikan
    dalam parameter hematologi, fungsi hati, ginjal, dan jantung, menunjukkan bahwa
    KS aman digunakan pada pasien COVID-19 selama dosis yang digunakan dalam
    dosis terapi yang tepat. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar
    diperlukan untuk memvalidasi temuan ini dan mengoptimalkan penggunaan KS
    sebagai terapi COVID-19.
    Kata kunci: uji klinik, efikasi, kuinin sulfat, klorokuin, hidroksiklorokuin
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi